INFOKINI.ID, GOWA– Penghujung tahun menjadi momentum yang menggembirakan bagi pelaku bisnis rental kendaraan. Minat masyarakat untuk berlibur ditambah momentum perayaan natal dan tahun baru (nataru), menjadi pemicu meroketnya pendapatan para pebisnis rental kendaraan. Tak tanggung-tanggung persentase peningkatan pendapatan hingga 80 persen. Hal ini diungkapkan H Nasrun, salah seorang pebisnis yang sudah belasan tahun melintang di bisnis rental mobil. Saat ini tak kurang dari 65 mobil yang direntalkan di stand rental miliknya yang ada di Makassar, baik Rental Mobil Anging Mammiri maupun Rental Mobil Comando.

“Sulsel khususnya Makassar dan sekitarnya menjadi kota dengan tingkat kunjungan tinggi, baik untuk kunjungan wisata maupun menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan pemerintahan seperti seminar, rapat kerja dan lain sebagainya. Ini menjadi sisi menggembirakan bagi kita pebisnis rental mobil. Terlebih menjelang akhir tahun, mulai bulan November hingga awal Januari. Peningkatan konsumen hingga pendapatan sangat tinggi hingga berkisar 80 persen,” terangnya, saat ditemui di stand Rental Mobil Comando miliknya yang berada di bilangan Jalan Hertasning, Kabupaten Gowa.

Terkait bisnis rental, pemilik Rental Mobil Comando dan Rental Mobil Anging Mammiri ini juga menegaskan, meski memiliki prospek yang masih sangat menjanjikan, namun resiko yang menanti pebisnis juga cukup besar. Disebutkannya, dari sisi keamanan kendaraan. “Bisnis ini lumayan menjanjikan tetapi resikonya juga tak main-main. Karena tak sedikit kasus mobil yang dibawa kabur konsumen. Sehingga kita sebagai pebisnis harus jeli dan sangat selektif saat pemesanan dan penyerahan kendaraan, terutama bagi konsumen lepas kunci,” ujar H Nasrun, yang memiliki jaringan rental mobil di seluruh Indonesia.
Saat ditanya perihal standar pelayanan, Nasrun mengungkap, bahwa dalam menjalankan bisnisnya selama belasan tahun, pebisnis yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Rentcar Daerah (Asperda) Kota Makassar ini memiliki standar pelayanan terhadap konsumen. Menurutnya, standar ini yang menjadi aturan ketatnya.
“Untuk bisa terus eksis, usaha dibidang jasa memang harus memiliki standar pelayanan. Bagi saya, kualitas pelayanan itu adalah hal penting. Selain sebagai jaminan kepuasan pelanggan juga akan membentuk ikatan kepercayaan antara kita dan pelanggan. Pelayanan yang buruk, tentu menimbulkan komplain yang akan menjadi catatan negatif bagi pelanggan jika akan kembali menggunakan jasa. Kita selalu memperhatikan kondisi kendaraan, mulai jenis kendaraan, kelaikan kendaraan, tahun pembuatan hingga kebersihan luar dan dalam kendaraan,” jelasnya.(*)















