INFOKINI.ID, MAKASSAR – Cuaca ekstrem yang melanda Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, dalam tiga hari belakangan mengakibatkan banjir di sejumlah titik. Terparah di Kecamatan Biringkanaya, Tamalanrea, Manggala, dan Panakukkang.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar pun langsung tergerak mengirimkan tim untuk menyalurkan bantuan.
Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM Ashar Tamanggong didampingi Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H Jurlan Em Saho’as, memerintahkan Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Layanan Aktif BAZNAS (LAB) segera memberikan pertolongan, sekaligus membagikan bahan makanan kepada warga tertimpa musibah.
Ashar Tamanggong dan Jurlan Em Saho’as tidak sekadar memerintahkan, melainkan langsung memimpin tim BTB maupun LAB untuk memberikan bantuan 50 karung beras, 50 rak telur, dan mie instan ke lokasi banjir di Kecamatan Biringkanaya.
“Jadi malam ini, di tengah kepungan banjir ini, kami (BAZNAS Kota Makassar) turun langsung bersama tim menyerahkan bantuan baik bagi korban banjir maupun yang terdampak di sini (Komplek Kodam, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya),” ujarnya saat menyerahkan bantuan, Senin (26/12/2022) malam.
ATM, sapaan akrab Ashar Tamanggong yang juga kandidat doktor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini mengakui, dana yang digunakan berumber dari donasi para muzakki, masyarakat, termasuk para PNS dan guru muslim di kota yang dipimpin Walikota Moh Ramdhan Pomanto dan Wakil Walikota Fatmawati Rusdi ini, yang setiap bulannya memberikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) ke BAZNAS Kota Makassar.
ATM mengakui, bantuan BAZNAS Makassar ini belumlah memuaskan semua orang yang terkena musibah banjir. Karena pihaknya juga memiliki keterbatasan, sehingga belumlah bisa mencakup seluruh korban terdampak banjir.
“Musibah banjir yang melanda saat ini adalah musibah kita semua. Saatnya kita bahu membahu bersama Pemerintah Kota Makassar dan seluruh kelompok masyarakat, untuk membantu meringakan beban warga yang terdampak,” ujarnya.
Hal senada dikemukakan H Jurlan Em Saho’as. Jurnalis ini menambahkan, selaku penanggung jawab bidang pendistribusian dan pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, dirinya selalu menekankan pentingnya BTB dan LAB di lembaga Amil yang berkantor di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini tersebut agar setiap saat siaga, sekaligus terjun langsung ke titik titik bencana alam. Banjir misalnya.
H.Jurlan menyebutkan, selain warga di Kecamatan Biringkanaya, BAZNAS Makassar juga akan menyerahkan bantun serupa di Kecamatan Manggala.
“Malam ini, kami menyerahkan bantuan di sini (Kecamatan Biringkanaya). Besok, tim BTB dan LAB BAZNAS juga akan menyerahkan bantuan serupa di Kecamatan Manggala, khususnya di RT 10. Bantuan BAZNAS Makassar ini untuk meringankan para korban,” ujarnya didampingi Komandan BTB (Sudirman N), Ketua LAB (H.Arifuddin), Kabid II (Astin Setiawan), serta unsur pelaksana Asrijal Syahruddin, Safaruddin Al-Aidid, Ahamd Kamsir, Mudassir, dan Syarifuddin Pattisahusiwa.
Ketua RT I Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Fatmawatri dan salah seorang warga mewakili 50 Kepala Keluarga (KK) atau lebih 300 jiwa, penerima bantuan BAZNAS Kota Makassar menyanpaikan terima kasih.
Pasalnya, bantuan lembaga pemerintah nonstruktural tersebut bukan saja saat banjir yang melanda wilayahnya akhir Desember 2022 ini, melainkan sudah beberapa kali memberikan bantuan, termasuk makanan siap saji.
“Tentunya, mewakili warga, kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan BAZNAS Kota Makassar beserta seluruh staff pelaksana. Kami akan membagikan kepada seluruh kepala keluarga yang terkepung banjir di RT kami. Saya sudah menghubungi Ketua RW. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kota Makassar. Yang pasti, seluruh bantuan ini akan kami bagi rata kepada warga,” tutur Fatmawati.
Diketahui, akibat curah hujan yang tinggi, mengakibatkan sejumlah wilayah terendam banjir di Makassar. Sejauh ini banjir tersebar di 19 kelurahan dari 4 kecamatan. Dampak paling luas terjadi di Kecamatan Biringkanaya.
Banjir tersebut menyebabkan 435 orang dari 118 kepala keluarga (KK) mengungsi. Ada 9 titik pengungsian yang tersebar di Kelurahan Katimbang dan Paccerakkang.
Di Kecamatan Manggala, banjir terjadi di 4 kelurahan yakni Kelurahan Manggala, Tamangapa, Antang, dan Batua. Saat ini tercatat ada 1.208 jiwa dari 306 KK yang mengungsi di 18 titik yang tersebar di Kelurahan Manggala dan Antang.
Di Kecamatan Tamalanrea banjir juga terjadi di 4 kelurahan. Masing-masing di Kelurahan Kapasa, Buntusu, Tamalanrea Indah, dan Tamalanrea Jaya. Total ada 25 jiwa dari 10 KK yang mengungsi. Sudah ada 9.167 jiwa dari 2.695 KK terdampak. BPBD juga mencatat sudah ada 3.344 unit rumah yang terdampak.















