INFOKINI.ID, GOWA– Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang menegaskan, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) harus menjadi mitra strategis pemerintah yang tegak lurus pada kepentingan rakyat.
Hal itu disampaikan Husniah saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) X FKPPI 1902 Gowa, di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Sabtu (4/4/2026).
“FKPPI lahir dari rahim sejarah perjuangan bangsa. Di dalamnya mengalir nilai pengabdian dan loyalitas. Perintahnya jelas, bantu pemerintah sukseskan pembangunan yang hasilnya kembali ke masyarakat,” tegas Husniah.
Menurutnya, Muscab bukan sekadar seremonial, melainkan momentum konsolidasi memperkuat barisan dan menumbuhkan pengabdian kepada daerah, bangsa, dan negara.
“Satu hal saya tegaskan, Gowa butuh energi persatuan bukan perpecahan. Gowa butuh kader yang tegak lurus pada kepentingan rakyat, bukan kepentingan sempit kelompok,” ujarnya.
Bupati menyatakan Pemkab Gowa membuka ruang seluas-luasnya bagi FKPPI untuk menjaga stabilitas, persatuan, dan mengawal pembangunan. Ia berharap FKPPI menjadi organisasi mandiri, kritis, dan berintegritas.
“Mitra kuat bukan hanya setuju, tapi yang bisa memberi masukan. FKPPI harus hadir jadi solusi, bukan menambah masalah. Harus jadi penyejuk. Organisasi besar bukan dilihat dari banyaknya jumlah anggotanya tetapi bagaimana soliditas dan kontribusinya terhadap organisasi itu sendiri dan juga pada pemerintah daerah,” kata Husniah.
Ia juga mengingatkan kader FKPPI menjunjung nilai kearifan lokal sipakatau, sipakainge, sipakalebbi dalam setiap langkah organisasi. “Jangan sampai perbedaan pilihan menimbulkan perpecahan. Jadilah garda terdepan menjaga stabilitas daerah. Jangan mudah terprovokasi dan jangan tinggalkan nilai kehormatan,” pesannya.
FKPPI Gowa Dinilai Terbaik Kedua se-Sulsel
Sementara itu, Wakil Ketua FKPPI Sulsel Iskandar Lathief menyebut Pengurus Cabang FKPPI Gowa sebagai cabang terbaik dan teraktif kedua setelah Makassar, dengan jumlah anggota terbanyak. “Selama ini kegiatan provinsi selalu ter-back up oleh Gowa,” ujarnya.
Iskandar mengingatkan, keekslusifan FKPPI yang anggotanya harus anak TNI/Polri bisa menjadi kelemahan jika membuat organisasi tertutup, sombong, dan arogan.
“Dulu kegiatan tidak lengkap tanpa FKPPI. Sekarang kita agak keteteran. Muscab ini harus jadi momentum menyusun langkah,” katanya.
Ia merinci tiga hal yang harus menjadi fokus dari muscab, yaitu evaluasi kinerja pengurus, menyusun program, dan memilih orang yang pantas menjalankannya.
Iskandar menegaskan FKPPI tidak boleh menjadi organisasi papan nama. “Keberadaannya harus diaktualisasikan di masyarakat. Dampingi pemda, kawal program pembangunan seperti Sekolah Rakyat dan MBG. FKPPI diinstruksikan menjadi mata dan telinga TNI-Polri dan pemerintah,” tegasnya.
“Jika ada temuan di lapangan, sampaikan ke pemerintah, Dandim, dan Polres. Jangan ada satupun anak FKPPI ikut dalam kegiatan yang tidak penting,” pungkas Iskandar.
Dalam Muscab tersebut, Irianto Razak terpilih secara aklamasi sebagai Ketua FKPPI Gowa periode 2026-2031. Hadir di kesempatan itu, Sekdakab Gowa Andy Azis Piter, Wakil Ketua FKPPI Sulsel Iskandar Lathief, serta Dewan Kehormatan FKPPI, Chairul Aco.(*)















