Super League: Taklukkan PSIM di Bantul, PSM Masih di Posisi 13 Klasemen

Pemain PSM Luka Cumic (tengah) akhirnya mampu mencetak gol perdananya untuk PSM saat menghadapi PSIM Yogyakarta dalam laga Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (10/4/2026). Dalam laga ini, PSM menang dengan skor 2-1. (Foto: X/@PSM_Makassar)

INFOKINI.ID, BANTUL – PSM Makassar memetik kemenangan penting setelah mengalahkan tuan rumah PSIM Yogyakarta dengan skor 2-1 dalam laga Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (10/4/2026).

Meski sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Deri Corfe, PSM membalikkan skor lewat dua gol yang dicetak Luka Cumic dan Dusan Lagator.

Kemenangan ini membuat PSM perlahan menjauh dari ancaman zona degradasi. Namun PSM masih tertahan di posisi ke-13 dengan poin 28 atau unggul delapan poin dari tim zona degradasi.

Caretaker PSM Makassar, Ahmad Amiruddin mengapresiasi kerja keras seluruh pemainnya usai sukses mencuri kemenangan di kandang PSIM Yogyakarta. Tiga poin tersebut sangat penting sebagai modal menghadapi tujuh pertandingan sisa musim ini.

“Alhamdulillah kemenangan ini atas Allah yang mudahkan,” kata Ahmad Amiruddin usai laga.

Amiruddin mengaku bangga dengan perjuangan timnya yang tampil disiplin dan bekerja keras sepanjang laga. Kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan PSM di fase akhir kompetisi.

“Saya lihat pemain menunjukkan atmosfer yang sangat luar biasa. Mereka kerja keras, karena mereka tahu dengan kerja keras bisa membawa hasil untuk tim ini,” ujarnya.

Selain itu, Amiruddin juga mengucapkan terima kasih kepada manajemen PSM. Menurutnya, manajemen selalu memberi support ke tim dalam situasi apapun.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih ke manajemen yang tidak pernah menyerah mendukung kami. Baik itu acara kegiatan halal bi halal, datang langsung ke latihan maupun support di pertandingan,” paparnya.

Setelah menaklukkan PSIM, kini PSM menatap 7 laga tersisa. Setiap kemenangan akan menentukan posisi akhir PSM di kompetisi. PSM harus selalu memetik poin agar bisa menjauh dari zona degradasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *