INFOKINI.ID, MAKASSAR– DPD Himpunan Pengembang Perumahan dan Permukiman (Himperra) Sulawesi Selatan akan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026. Lokasinya yang dipilih untuk kegiatan yang rencananya digelar pekan pertama Mei 2026 adalah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ketua DPD Himperra Sulsel, Bachnar B Abdullah menyebut, Bogor dipilih karena jadi kiblat percepatan hunian subsidi nasional. “Rakerda DPD Himperra Provinsi Sulsel berfokus pada penguatan sinergi, percepatan pembangunan, dan evaluasi kinerja yang mendukung program perumahan rakyat. Juga sebagai langkah aktif untuk mendekatkan pengembang dengan kebutuhan nyata masyarakat akan hunian layak,” tegas Bachnar, Jumat (10/4/2026).
Menurut Bachnar, lokasi Rakerda diputuskan lewat polling internal. “Kabupaten Bogor sebagai lokasi raker merupakan masukan atau pilihan paling dominan dari para anggota yang tergabung dalam DPC dan DPD Himperra,” lanjutnya, yang mengisyaratkan menyebut Bogor sebagai “kawah candradimuka” pengembang subsidi.
“Dari wilayah itulah lahir pejuang properti subsidi. Sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, di Kabupaten Bogor terjadi percepatan masif dalam penyediaan hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR),” ungkapnya.
Ia menjelaskan lebih jauh bahwa keberhasilan Bogor bukan kebetulan. Ada tiga kunci yang mau diadopsi oleh Himperra Sulsel, yaitu sinergi bersama antara Pemda, Pengembang, dan Perbankan. Kredit Konstruksi dan KPR FLPP lancar karena bank daerah ikut kawal. Selanjutnya adalah konsistensi pasokan lahan. Pemkab Bogor aktif siapkan bank tanah dan juga RDTR yang pro-MBR. Sehingga pengembang tidak kesulitan cari lokasi. Hal lain yang akan menjadi target studi dari Bogor adalah pengawasan kualitas. Rumah subsidi di Bogor diaudit ketat. Tidak ada lagi rumah “asal jadi”. Konsepnya kecil, sehat, layak huni.
“Kita mau lihat langsung, belajar langsung, dan bawa pulang strateginya ke Sulsel. Target kami, backlog perumahan MBR di Sulsel bisa kita tekan seperti Bogor,” kata Bachnar.
Selain studi terkait perumahan subsidi, rakerda Himperra juga akan mengevaluasi seluruh program kerja tahun 2025. “Intinya, rakerda ini langkah aktif mendekatkan pengembang dengan kebutuhan nyata masyarakat. Jangan sampai kita bangun rumah, tapi tidak dibeli karena salah lokasi atau salah harga,” tegas Bachnar.
Rakerda direncanakan diikuti 150 pengembang se-Sulsel, perbankan penyalur FLPP, dan perwakilan Kementerian PKP.(*)















