INFOKINI.ID, GOWA – Kawasan Museum Balla Lompoa kini semakin luas, lebih asri dan estetik. Tidak hanya difungsikan sebagai tempat wisata sejarah, tetapi jugat telah berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Gowa.
“Tidak sedikit kawasan Museum Balla Lompoa ini dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan formal, seperti ruang diskusi, pertemuan, hingga aktivitas olahraga di sore hari,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Gowa, Ary Mahdin Asfar, dalam keterangannya.
Ia menambahkan, daya tarik museum yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Sungguminasa ini juga terlihat pada koleksi-koleksi bersejarah yang ditawarkan kepada pengunjung. Olehnya itu, pihaknya mendorong agar museum ini semakin dioptimalkan sebagai pusat kegiatan kemasyarakatan, khususnya yang berkaitan dengan kebudayaan.
“Mari kita mengembalikan nuansa Museum Balla Lompoa ini dengan berbagai kegiatan kebudayaan. Baik dengan menampilkan tarian-tarian, sinrilik, dan lainnya. Intinya tempat ini terbuka untuk berbagai aktivitas, namun tetap mengikuti aturan yang berlaku,” tegas Ary.
Sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada pengunjung, pengelola museum juga telah menghadirkan inovasi berupa barcode pada sejumlah koleksi. Teknologi ini memungkinkan pengunjung mendapatkan informasi yang lebih detail secara mandiri.
“Kami sudah menyediakan barcode khusus untuk memudahkan pengunjung. Ini akan memberikan penjelasan secara terperinci terkait koleksi yang ada, terutama jika tidak ada petugas di lokasi, sehingga sangat membantu,” tambah Ary.
Dengan berbagai pembenahan dan inovasi tersebut, Museum Balla Lompoa diharapkan dapat terus menjadi pusat pelestarian budaya sekaligus ruang publik yang aktif dan edukatif bagi masyarakat luas.
Sementara, Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Gowa Ikbal Thiro mengungkapkan, sebagai tahap awal dari 450 koleksi yang ada di Museum Balla Lompoa, baru sebanyak 55 item koleksi yang telah terpasang sistem barcode.
Pemasangan barcode-barcode dalam sejumlah koleksi telah dilakukan pada 2022 lalu. Fungsi barcode tersebut akan memudahkan pengunjung untuk mendapatkan informasi melalui smartphone masing-masing.
“Ini bagian upaya kami mengikuti perkembangan digital yang ada sekarang ini. Apalagi ini lebih efesien, jadi pengunjung yang menggunakan sistem barcode atau scan ke koleksi yang memiliki tanda barcode langsung memperoleh informasi yang jelas dan detail tentang koleksi itu,” katanya.
Menurut dia, 55 item koleksi yang telah di barcode adalah koleksi-koleksi utama yang ada di Museum Balla Lompoa. Antara lain, riwayat tentang Raja-raja Gowa yang pernah berkuasa, kemudian mahkota raja atau Salokoa dan aksesoris lainnya, dan senjata-senjata tajam tradisional yang dipergunakan di zaman kerajaan Gowa.
“Termasuk juga beberapa pakaian-pakaian adat yang menjadi koleksi kami di Museum Balla Lompoa,” terang Ikbal lagi.
Kedepan, pihaknya pun menargetkan seluruh koleksi yang ada di Museum Balla Lompoa bisa diakses pengunjung hanya dengan melalui barcode. Sehingga pengunjung yang datang akan lebih mudah mendapatkan informasi yang ada pada setiap koleksinya. (*)















