INFOKINI.ID, GOWA– Langkah progresif diambil oleh Manajemen Perumda Air Minum Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa demi mendongkrak performa perusahaan secara menyeluruh. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama, Irianto Razak, secara tegas menginstruksikan seluruh jajaran karyawan untuk meningkatkan kedisiplinan dan menjadikan performa kerja sebagai indikator utama penilaian.
Komitmen perubahan ini disampaikan langsung oleh Irianto Razak, di berbagai kesempatan, termasuk dalam apel bersama yang dihadiri oleh jajaran direksi dan staf Perumda Tirta Jeneberang. Ia menekankan bahwa masa depan dan keberlangsungan perusahaan air minum milik daerah ini sangat bergantung pada etos kerja karyawannya saat ini.
Demi mengukur kinerja secara objektif, Irianto mengumumkan penerapan sistem reward and punishment (penghargaan dan sanksi) yang ketat serta transparan.
“Saya tidak main-main dalam soal disiplin dan kinerja. Dan yakinlah saya tidak mempermainkan penilaian terhadap kinerja,” tegas Irianto dengan nada optimis, Rabu (17/6/2026).
Pelayanan Prima Kabupaten Gowa Jadi ‘Harga Mati’
Selain pembenahan internal, kualitas pelayanan kepada pelanggan di Kabupaten Gowa menjadi prioritas utama. Menurut Irianto, kepuasan pelanggan adalah fondasi utama keberhasilan operasional Perumda Tirta Jeneberang. Pelayanan prima bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kewajiban mutlak. “Pelayanan yang baik adalah harga mati untuk sebuah hasil yang baik,” lanjutnya.
Ia juga menyoroti aspek krusial lainnya, yaitu kestabilan produksi air bersih. Irianto mengingatkan bahwa gangguan pada sektor produksi akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan masyarakat, yang pada akhirnya dapat merusak citra perusahaan di mata publik. Oleh karena itu, efisiensi anggaran dan kelancaran produksi harus berjalan beriringan.
Gencar Penagihan: 40 Karyawan Dikerahkan, Direksi Siap Turun Lapangan
Di samping pelayanan, aspek finansial perusahaan juga mendapat perhatian serius melalui pengetatan sistem penagihan atas jasa air bersih. Sebagai langkah nyata, Irianto memerintahkan Bagian Hubungan Langganan (Hublang) dan Bagian Personalia untuk membentuk kembali tim penagihan yang solid.
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 40 karyawan dikerahkan khusus untuk mengawal proses penagihan secara terstruktur. Sebagai bentuk dukungan moral dan pengawasan langsung, Irianto bersama Direktur Umum (Dirum) menyatakan kesiapannya untuk turun langsung ke lapangan mendampingi para karyawan.
“Jadi setelah pelayanan yang baik, kita perketat juga penagihan. Saya minta bagian hubungan langganan dan personalia untuk bentuk kembali tim penagihan. Kalau perlu kita semua turun untuk penagihan, termasuk saya dan Dirum,” jelas Irianto.
Manajemen Terbuka dan Stimulus Bonus Akhir Tahun
Meskipun menerapkan aturan disiplin yang ketat, Irianto memastikan sistem kepemimpinannya tetap mengutamakan kolaborasi. Setiap keputusan strategis perusahaan selalu diambil dengan melibatkan seluruh jajaran direksi dan staf terkait.
Sebagai bentuk motivasi, manajemen berjanji akan memberikan bonus akhir tahun bagi karyawan jika perusahaan berhasil mencatatkan kenaikan performa dan efisiensi anggaran yang signifikan.
“Dalam pengambilan keputusan saya tidak sendiri, tapi melibatkan mereka semua. Saya janjikan juga bila ada kenaikan signifikan, ada bonus akhir tahun. Ini akan menjadi reward atas kerja-kerja maksimal yang sama-sama kita lakukan,” pungkas Irianto.(*)















