INFOKINI.ID, MAKASSAR– Anggapan bahwa gangguan kesehatan berat dan penyakit kronis hanya menyerang kelompok usia lanjut kini makin terbukti tidak relevan. Laporan medis dari Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) serta panduan World Health Organization (WHO) menunjukkan adanya tren peningkatan kasus gangguan kesehatan pada kelompok remaja dan usia muda di bawah 25 tahun.
Pergeseran pola hidup ke arah digital, kebiasaan kurang bergerak (sedentary lifestyle), tingkat stres yang tinggi, serta tingginya konsumsi makanan olahan manis menjadi faktor pemicu utama menurunnya kualitas fisik generasi muda saat ini.
Berikut adalah 5 gangguan kesehatan yang marak menimpa anak muda usia di bawah 25 tahun akibat kebiasaan sehari-hari:
1. Gangguan Otot dan Postur (Text Neck Syndrome)
Kebiasaan menunduk terlalu lama saat menggunakan smartphone atau duduk membungkuk di depan laptop selama berjam-jam memicu fenomena medis yang dikenal sebagai Text Neck Syndrome. Penekanan berlebih pada beban tulang belakang leher memicu nyeri kronis, kekakuan bahu, hingga risiko pergeseran bantalan tulang belakang di usia muda.
2. Diabetes Melitus Tipe 2 dan Gangguan Metabolik
Jika dahulu Diabetes Tipe 2 identik dengan usia di atas 40 tahun, kini kasus ini kian marak ditemukan pada remaja. Penyebab utamanya adalah tingginya konsumsi minuman kekinian yang kaya gula (seperti boba dan kopi susu manis), konsumsi makanan cepat saji, serta minimnya aktivitas fisik harian.
3. Gangguan Tidur Kronis dan Burnout Mental
Kebiasaan menatap layar ponsel sebelum tidur (doomscrolling) serta beban aktivitas memicu gangguan ritme sirkadian tubuh. Dampaknya meliputi insomnia, penurunan konsentrasi, melemahnya daya tahan tubuh, hingga meningkatnya risiko depresi dan kecemasan (anxiety).
4. Penyakit Asam Lambung (GERD)
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) serta maag menjadi salah satu keluhan paling umum di ruang perawatan medis pada pasien usia muda. Kondisi ini dipicu oleh kebiasaan menunda waktu makan, konsumsi makanan terlalu pedas atau berlemak secara terus-menerus, langsung berbaring setelah makan, serta tingkat stres psikologis
5. Gangguan Pendengaran (Noise-Induced Hearing Loss)
Penggunaan earphone atau headphone dengan volume tinggi dalam durasi panjang telah menjadi kebiasaan tak terpisahkan dari keseharian anak muda saat mendengarkan musik atau bermain game. Kebiasaan ini memicu penurunan kemampuan mendengar secara perlahan hingga risiko suara berdenging di telinga (tinnitus).
Rekomendasi Langkah Pencegahan
Untuk mencegah dampak buruk jangka panjang, para ahli kesehatan mengimbau kelompok usia muda untuk melakukan tindakan preventif sederhana:
-
Terapkan Aturan 20-20-20: Istirahatkan mata dan leher setiap 20 menit menatap layar dengan melihat objek berjarak 6 meter selama 20 detik.
-
Batasi Konsumsi Gula Harian: Batas maksimal konsumsi gula harian yang dianjurkan adalah 4 sendok makan (50 gram) per hari.
-
Aktif Bergerak: Melakukan olahraga sedang minimal 150 menit per minggu atau berjalan kaki rutin.
-
Jaga Pola Tidur: Tidur cukup 7-9 jam sehari dan hindari penggunaan perangkat elektronik menjelang tidur.
















