INFOKINI.ID, GOWA– Gelaran silaturahmi sekaligus syukuran kepemimpinan Kabupaten Gowa di kediaman pribadi H. Abdul Rauf Malaganni (Karaeng Kio), Senin (2/11/2026), menjadi simbol kuat persatuan dan konsolidasi birokrasi di Kabupaten Gowa tersebut. Pertemuan besar yang dihadiri jajaran Forkopimda, Kepala OPD lingkup Pemkab Gowa, para camat, lurah, kepala desa, hingga perangkat RT/RW se-Kabupaten Gowa ini menegaskan komitmen bersama untuk mengebut pembangunan daerah secara masif.
Mantan Wakil Bupati Gowa sekaligus tokoh masyarakat terpandang di Sulawesi Selatan, H. Abdul Rauf Malaganni yang akrab disapa Karaeng Kio, memberikan pandangan mendalam mengenai pentingnya soliditas birokrasi dan persatuan masyarakat pasca-kontestasi politik.Sebagai mantan pemimpin yang memahami betul seluk-beluk tata kelola pemerintahan Gowa, Karaeng Kio yang juga merupakan keluarga besar serta memiliki ikatan kekerabatan dan hubungan darah yang kental dengan Bupati Gowa Darmawangsyah Muin, pasang badan memberikan dukungan penuh untuk kesuksesan kepemimpinan periode ini.
Dukungan Karib Karaeng Kio: Sukses Pemerintahan Ada di Tangan Aparat Terbawah
Sebagai sosok senior dan kerabat dekat, Karaeng Kio menekankan bahwa kehebatan seorang pemimpin tidak akan pernah berdiri sendiri. Keberhasilan roda pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Gowa, tegasnya, sangat bergantung pada dukungan aktif, keikhlasan, serta kekompakan dari seluruh jajaran birokrasi paling bawah.”Karena tidak akan mungkin bisa sukses kalau tanpa didukung oleh aparatnya di bawah. Ya seperti tadi disampaikan mulai dari RT, RW, kepala dusun, lingkungan, desa, kelurahan, camat, sampai Kadis, kepala badan. Oleh karena itu, kebersamaan, kekompakan, itu yang paling penting untuk bisa sukses dalam memerintah,” ujar Karaeng Kio dengan penuh penegasan.
Tak hanya itu, Karaeng Kio juga mengajak seluruh masyarakat untuk menyudahi sekat politik dan melebur kembali dalam ikatan persaudaraan. Ia mengingatkan bahwa Bupati Gowa Darmawangsyah Muin hadir merangkul semua golongan tanpa membeda-bedakan latar belakang dukungan politik di masa lalu.”Tadi Bupati Gowa sudah menyampaikan bahwa semua yang hadir ini adalah keluarga saya. Artinya, bupati ini tidak membeda-bedakan. Di dalam memimpin suatu daerah itu, memang harus ada kebersamaan. Tidak boleh ada kata bahwa ‘tidak mendukung. Akhiri sekat politik, pemimpin tak bisa berjalan sendiri untuk majukan Gowa,” terangnya.

Di akhir pandangannya, Karaeng Kio optimistis janji-janji politik dan visi-misi pembangunan dapat tercapai sempurna apabila seluruh elemen bersatu.”Mari kita bantu, mari kita dukung Bupati Gowa agar apa yang dia inginkan, yang akan dilaksanakan, bisa berjalan sesuai dengan harapan masyarakat Kabupaten Gowa. Tentu bupati akan melihat daripada janji-janji politiknya. Itu yang akan dia kerjakan ke depan. Tapi tidak akan mungkin berhasil tanpa dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Gowa. Olehnya itu, mari kita bersama-sama mendukung Bupati Gowa. Mudah-mudahan di sisa 3 tahun 2 bulan ini, Bupati Gowa bisa mewujudkan apa yang disampaikan tadi,” pungkasnya.
Bupati Darmawangsyah Muin: Target Tuntas 3 Tahun dan Sistem “Satu Komando”
Gayung bersambut, Bupati Gowa Darmawangsyah Muin memaparkan arah kebijakan strategisnya dengan menekankan pentingnya sinergitas, keikhlasan, dan gotong royong. Di hadapan ratusan jajaran aparatur dan tokoh masyarakat, Darmawangsyah menggaungkan permohonan dukungan dengan mengungkapkan “bantuka’ dan doakanka’”, untuk bersama-sama mengembalikan kejayaan Gowa. “Kita semua, bagi saya, adalah keluarga besar dari Darmawangsyah Muin. Kita semua adalah keluarga besar dari pemerintah Kabupaten Gowa. Oleh karena itu, saudara-saudaraku sekalian, bantuka’, doakanka’. Kalau bukan kita yang bantu pemimpin kita, maka tentu kejayaan itu tidak akan bisa kembali. Tetapi kalau kita mampu bekerjasama, berkolaborasi, dengan hati yang tulus ikhlas untuk melihat kemajuan Kabupaten Gowa, Insya Allah bersama kita akan mampu mengembalikan kejayaan Gowa di masa lalu untuk kita wujudkan di masa sekarang ini,” ujar Darmawangsyah.
Salah satu gebrakan krusial yang dicanangkan Darmawangsyah adalah percepatan program kerja. Visi-misi dan janji kampanye yang umumnya dirancang untuk 5 tahun, dicanangkan tuntas secara maksimal dalam kurun waktu 3 tahun ke depan melalui akselerasi program masif. Untuk memastikan rencana besar tersebut berjalan tanpa hambatan birokrasi, Bupati Gowa menegaskan pemberlakuan sistem Satu Komando yang tegak lurus bagaikan “Merah Putih” dari tingkat RT/RW hingga Kepala Dinas. “Satu komando, loyalitas tegak lurus. Kalau kita istilahnya bupati ke presiden merah putih. Nah, sekarang mulai RT, RW, kepala lingkungan, kepala dusun, lurah, camat, hingga kepala dinas, ayo merah putih terhadap satu komando itu. Ada satu perintah langsung dilaksanakan,” tegasnya.
Program Inovatif “Gowa Mendengar”
Sebagai komitmen pelayanan publik yang cepat dan responsif, Darmawangsyah meluncurkan program “Gowa Mendengar”. Setiap hari Senin pukul 08.00–09.00 Wita, ruang audiensi dibuka khusus di rumah jabatan/kantor untuk menerima sekitar 200 perwakilan masyarakat dan tokoh dari tiap kecamatan secara bergantian. “Setiap hari Senin jam 8 sampai jam 9, saya terima audiens tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh pemerintahan, 200 orang per kecamatan per satu minggu supaya bisa disampaikan langsung apa keluhan mereka. Jadi misalnya Kecamatan Pallangga, Senin ini. Senin depan, Somba Opu. Senin depan, Bajeng lagi. Senin depan, Tompobullu lagi. Nanti diatur dengan baik,” tutup Darmawangsyah penuh optimistis.(*)
















