DAERAH  

Ubah Mustahik Jadi Muzaki, Darmawangsyah Muin Dorong Kemandirian Ekonomi di Kampung Zakat Bajeng Barat

Foto: ist

INFOKINI.ID, Gowa– Pemerintah Kabupaten Gowa menegaskan komitmennya untuk mentransformasi program pemberdayaan masyarakat berbasis keagamaan menjadi penggerak ekonomi riil. Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, mendorong keberadaan Kampung Zakat Pa’lumbang di Desa Bontomanai, Kecamatan Bajeng Barat, agar tumbuh menjadi percontohan sekaligus program unggulan daerah yang berdampak langsung bagi kemandirian warga.

Penegasan tersebut disampaikan Darmawangsyah saat menghadiri peresmian Launching Kampung Zakat Pa’lumbang, Desa Bontomanai, Senin (2/11/2026). Hadir didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah, Bupati menekankan bahwa penunjukan Desa Bontomanai merupakan peluang besar yang harus dikawal secara sungguh-sungguh oleh seluruh pihak terkait.

PDAM

Darmawangsyah menggarisbawahi agar program keberlanjutan ini tidak berhenti pada kegiatan simbolis semata. Seluruh jajaran pemerintah daerah hingga tingkat desa diminta mengawal pelaksanaan program agar hasilnya mampu membanggakan daerah serta Kementerian Agama RI.

Menurutnya, esensi utama Kampung Zakat bukanlah sekadar tempat penyerahan bantuan atau karitas. Lebih jauh dari itu, program ini dirancang untuk menciptakan ekosistem putaran ekonomi yang berkelanjutan, dengan muara utama mengubah status sosial masyarakat dari penerima zakat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzaki).

“Kami ingin masyarakat yang hari ini menerima zakat, ke depan bisa menjadi orang yang memberikan zakat, bahkan membantu masyarakat di kampung-kampung sekitarnya,” ujar Darmawangsyah.

Foto: ist

Guna mewujudkan target tersebut, Pemkab Gowa memastikan dukungan penuh melalui koordinasi lintas lembaga. Pemkab akan mensinkronkan berbagai program bantuan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Lembaga Amil Zakat (LAZ), Kementerian Agama, hingga pemerintah desa guna menghindari tumpang tindih kebijakan di lapangan. Dari 12 Kampung Zakat yang ada di Sulawesi Selatan, Gowa ditargetkan mampu menjadi yang paling menonjol dalam hal capaian dan dampak sosial-ekonomi.

Sejalan dengan hal itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Waryono Abd Gafur, memaparkan bahwa konsentrasi Kampung Zakat terfokus pada ketepatan distribusi zakat, infak, dan sedekah, sekaligus mengedukasi warga untuk berzakat melalui lembaga resmi. Langkah ini selaras dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dalam mengikis angka kemiskinan hingga 3 persen.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Ali Yafid, mengapresiasi dukungan penuh dari jajaran Pemkab Gowa dan elemen masyarakat. Ia mencatat Kampung Zakat Pa’lumbang merupakan Kampung Zakat ke-12 di Sulsel sejak program diprakarsai pada 2019.

Ke depan, Kemenag mendorong seluruh kabupaten/kota di Sulsel memiliki fasilitas serupa. Pasalnya, pendampingan yang diberikan mencakup penguatan modal usaha bersama, pelatihan kewirausahaan, serta pembinaan kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan secara holistik demi mewujudkan perubahan nyata di tengah masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *