INFOKINI.ID, MAKASSAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mempertanyakan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam penunjukan pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan.
Anggota Komisi D DPRD Makassar, Irwan Djafar, mengatakan parlemen menyayangkan penunjukan Agus Djaja Said yang ternyata memiliki latar belakang sarjana teknik atau insinyur dan dianggap tidak berpengalaman untuk memimpin Dinas Kesehatan.
“Kalau kita liat ini Pj Wali Kota sepertinya tidak paham soal pemerintahan, begitu banyak itu dokter yang punya disiplin ilmu (kesehatan) kenapa tidak dipilih itu,” ujarnya.
Dia menduga ada hal yang luput dari pengamatan pemerintah. Salah satunya proses penunjukan yang janggal sehingga seorang yang bukan disiplin ilmunya bisa dipilih.
Menurut Irwan, jika tidak ada pembenahan di tubuh pemkot tentang hal ini, Makassar tidak akan berkembang. Penunjukan insinyur sebagai kepala dinas kesehatan diprediksi menimbulkan kegaduhan.
“Saya anggap ini suatu kekacauan, karena seharusnya yang diangkat orang yang memiliki disiplin ilmu disitu,” jelasnya.
Sementara Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Basri Rahman menilai penunjukan tersebut telah melalui pertimbangan matang.
“Agus Djaja Said itu memiliki kapasitas dan kemampuan karena telah lama menjabat sekretaris Dinas Kesehatan,” ujarnya.
Basri menyebutkan, berdasarkan Surat Perintah Wali Kota, masa jabatan Agus sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar mulai berlaku per 1 November hingga tiga bulan ke depan. Secara otomatis berakhir jika ada pejabat defenitif. (Nurhidaya)
















