INFOKINI.ID, MAKASSAR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan akan berlangsung lebih kering dan cenderung lebih panjang. Hal ini dipicu oleh potensi fenomena El Nino, meski dengan intensitas lemah, yang diperkirakan mulai terasa pada pertengahan tahun.
Menurut Ketua Tim Kerja Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV, Rizky Yudha, tanda-tanda awal musim kemarau sudah mulai terlihat dari perubahan pola cuaca dalam beberapa hari terakhir.
“Saat ini, tutupan awan mulai berkurang, jika cuaca umumnya cerah berawan, maka siang hari akan terasa panas dan malam hari akan terasa lebih dingin,” katanya, Kamis (16/4/2026).
Ia menyebut, suhu udara saat ini berkisar antara 31 hingga 33 derajat Celsius pada siang hari, sementara malam hari bisa turun hingga sekitar 23 derajat Celsius.
BMKG memperkirakan musim kemarau di wilayah Sulawesi Selatan akan mulai pada dasarian kedua Mei 2026. Sedangkan kemarau di Sulsel mencapai puncaknya pada Agustus hingga Oktober.
Dikatakannya, suhu udara berpotensi meningkat hingga 34–35 derajat Celsius saat kemarau berlangsung. “Suhu bisa naik ke 34-35 derajat celcius,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, musim kemarau tahun ini diprediksi terasa lebih kering dan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemerintah daerah dan masyarakat di Sulsel pun diimbau untuk mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini, seperti pengelolaan sumber daya air secara bijak, kesiapan sektor pertanian menghadapi musim kering, serta peningkatan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
BMKG juga menekankan pentingnya mengacu pada informasi resmi dan terpercaya terkait perkembangan cuaca dan iklim guna mendukung pengambilan keputusan yang tepat di tengah potensi kemarau panjang tahun ini.















