INFOKINI.ID, JAKARTA – Harga LPG subsidi ukuran 3 kilogram (kg) tidak mengalami kenaikan, meski harga LPG nonsubsidi mengalami kenaikan. Stok gas melon saat ini juga masih berada di atas standar minimum nasional.
Hal itu ditegaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, setelah LPG nonsubsidi seperti tabung 5,5 kilogram dan 12 kilogram mengalami penyesuaian harga.
“Khusus untuk LPG yang disubsidi, stok kita di atas standar minimum nasional dan harganya tidak ada kenaikan, flat,” kata Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, Senin (20/4/2026).
Bahlil menambahkan, sejak program LPG 3 kg dijalankan pada 2006-2007, pemerintah belum pernah menaikkan harga resmi tabung subsidi tersebut.
Karena itu, jika masyarakat membeli LPG 3 kg dengan harga lebih tinggi, kenaikan itu bukan berasal dari kebijakan pemerintah.
“Kalau untuk LPG 3 kilogram, sejak LPG diterapkan pada 2006, 2007, LPG itu sampai dengan sekarang belum pernah kita naikkan harga dari pemerintah,” ujarnya.
Pemerintah kembali menekankan pentingnya perbaikan tata kelola distribusi agar subsidi benar-benar diterima kelompok yang berhak.
Bahlil mengingatkan, upaya penataan pernah dijalankan pada Februari 2025, tetapi saat itu memicu kepanikan dan kelangkaan di pasar.
“Dahulu kalian masih ingat kan pada 2025 Februari. Itu waktu saya mau menata untuk betul-betul yang subsidi itu adalah yang menerima yang berhak. Dengan harga yang betul-betul sudah ditetapkan,” ujarnya.
Menurutnya, jika penataan distribusi saat itu berjalan sesuai rencana, maka harga LPG 3 kg yang dibayar masyarakat seharusnya tidak melebihi kisaran Rp 17.000 hingga Rp 18.000 per tabung.
“Harga yang ditetapkan waktu itu Rp 17.000 sampai Rp 18.000 Itu harga subsidi, harus sampai di rakyat. Namun, kan ada yang sampai Rp 25.000 waktu itu dibuat,” katanya.
Namun, upaya penertiban tersebut saat itu memicu kepanikan di masyarakat dan menyebabkan LPG 3 kg sempat langka di pasaran.
Pemerintah kemudian mengubah pendekatan dengan mengajak pengecer mendaftar sebagai subpangkalan agar distribusi tetap berjalan dan harga lebih terkendali.
Pemerintah kini tetap menahan harga LPG 3 kg, seperti halnya Pertalite dan Biosolar, sambil memperbaiki penyaluran agar subsidi lebih tepat sasaran.
Langkah yang ditempuh, salah satunya dengan mendorong pengecer mendaftar sebagai subpangkalan agar distribusi lebih terkendali.
Sementara itu, untuk LPG nonsubsidi seperti tabung 5,5 kilogram dan 12 kilogram, Bahlil menyebut harganya mengikuti perkembangan pasar internasional. Jika harga LPG global turun, maka pemerintah membuka kemungkinan harga LPG nonsubsidi juga ikut turun.















