INFOKINI.ID, GOWA– Musyawarah Perusahaan Air Minum Daerah (MAPAMDA) Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Sulselbar periode 2026 resmi berakhir di Hotel Almadera Makassar, Kamis (21/5/2026). Di balik terpilihnya Dirut Perumda Tirta Panrannuangku Takalar, Arianto sebagai nakhoda baru untuk periode 2026-2030, sorotan tajam tertuju pada sepak terjang Perumda Air Minum (PAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa.
Sebagai salah satu pilar utama “perumda sehat” di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, PAM Tirta Jeneberang Gowa membuktikan bahwa kepemimpinan yang solid dan komitmen pada pelayanan mampu melahirkan akselerasi kinerja yang luar biasa.
Estafet Kepemimpinan dan Legasi ‘Perumda Sehat’
Ajang Mapamda 2026 ini menjadi momen emosional sekaligus pembuktian bagi Kabupaten Gowa. Setelah lebih dari 20 tahun dipimpin oleh Hasanuddin Kamal, tongkat estafet kepemimpinan PAM Tirta Jeneberang kini resmi beralih ke tangan Irianto Razak sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama per 4 Mei 2026.

Pengalaman 37 tahun Irianto di dunia air minum didampingi Direktur Umum Khaerul Aco menjadi garansi bahwa Tirta Jeneberang tidak akan kehilangan taji. Terbukti, Gowa yang telah menggawangi organisasi Perpamsi selama beberapa periode menjadi bukti nyata dari konsistensi performa mereka.
“Kesempatan memimpin (Perpamsi) idealnya diberikan kepada yang perumdanya memang telah sehat, agar menjadi sugesti dan menularkan ilmunya kepada perumda yang belum sehat,” ujar Irianto Razak, saat dihubungi Kamis (21/5/2026).
Sabet Peringkat Kedua, Lampaui Makassar dan Maros
Indikator utama dari status “sehat” sebuah perusahaan daerah dinilai langsung secara objektif oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Berdasarkan audit tahun buku sebelumnya, Perumda Tirta Jeneberang Gowa sukses unjuk gigi dengan nangkring di peringkat kedua terbaik se-Suselbar, tepat di bawah Kota Palopo. Prestasi ini bahkan melampaui performa kota besar lainnya seperti Makassar, Maros, dan Takalar.
“Keberhasilan kepemimpinan mantan Dirut Hasanuddin Kamal dalam meraih evaluasi terbaik adalah bukti kerja keras kolektif kami, termasuk perolehan peningkatan yang signifikan dalam kurun waktu tiga sampai empat tahun belakangan ini,” beber Irianto, yang memulai kariernya dari level staf ini.
Misi Perpamsi: Merangkul 50 Persen Perumda yang Belum Sehat
Irianto menyingung ada tantangan besar yang menanti pengurus baru Perpamsi Sulselbar. Saat ini, masih ada sekitar 50 persen anggota perumda di wilayah tersebut yang masuk kategori “belum sehat”. Fakta di lapangan menunjukkan masalah pelik seperti keterbatasan sumber air baku, cakupan pelayanan masyarakat yang masih rendah, dan banyaknya nakhoda baru di tingkat kabupaten/kota yang masih dalam fase belajar. “Perpamsi diharapkan melakukan akselerasi dan motivasi agar seluruh anggota bisa tumbuh merata, sama berhasil, sama sehat dan berdampingan,” jelasnya.
Optimisme Tahun Buku 2025: Siap Cetak Rekor Baru
Menghadapi pemeriksaan BPKP untuk tahun buku 2025 yang dilaksanakan pada tahun 2026 ini, Perumda AMTJ Gowa memasang targetnya. Langkah proaktif telah dilakukan melalui self-assessment atau pemeriksaan mandiri terhadap poin-poin penilaian krusial BPKP. Hasilnya cukup memuaskan.
Irianto optimistis tren positif dan peningkatan signifikan akan kembali diraih tahun ini. “Perumda Gowa, Insya Allah untuk tahun buku 2025 yang diperiksa tahun 2026 ini akan kembali mencatat peningkatan. Kami sudah melakukan pemeriksaan mandiri sebelum tim BPKP masuk, dan hasilnya poin-poin penilaian kita mengalami lonjakan yang cukup signifikan,” pungkas Irianto dengan nada optimis. (*)















