INFOKINI.ID, GOWA– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa bergerak cepat membuka jalan bagi produk-produk lokal agar tidak sekadar menjadi penonton di rumah sendiri. Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Pemkab Gowa menggelar Pelatihan Kurasi dan Standarisasi Produk UMKM untuk Pasar Ritel Modern di Hotel Continent Centrepoint Makassar, Kamis (11/6/2026).
Langkah strategis ini menjadi komitmen nyata pemerintah daerah dalam memberikan edukasi mendalam bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menembus, bersaing, dan menguasai pasar domestik, khususnya jaringan minimarket dan swalayan modern.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa potensi estetika, rasa, dan kreativitas kerajinan tangan khas Gowa sangat besar. Namun, untuk masuk ke rak ritel modern, diperlukan jembatan besar bernama standardisasi.
“Selama ini, kendala utama produk kita adalah konsistensi rasa, estetika kemasan yang kurang menjual, serta legalitas yang belum lengkap. Pelatihan ini adalah jawaban konkret pemerintah untuk menyelesaikan masalah tersebut,” ujar Andy Azis.
Untuk membangun sinergi yang kokoh dengan pengusaha ritel, Andy Azis menekankan tiga aspek krusial yang wajib dikuasai oleh para pelaku UMKM selama pelatihan ini.
Menurutnya, aspek pertama adalah dimana ritel modern menerapkan proteksi ketat terhadap konsumen. Pemkab Gowa menginstruksikan dinas terkait untuk mengawal ketat peserta hingga mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, PIRT, hingga izin BPOM. Tanpa legalitas, pintu ritel dipastikan tertutup.
Selain itu, kurasi fisik dan estetika kemasan (packaging). Konsumen ritel modern jelas Azis, membeli dengan mata terlebih dahulu. Kemasan produk harus tampil menarik, informatif, mencantumkan tanggal kedaluwarsa, serta mampu menjaga ketahanan produk dengan baik.
Selanjutnya adalah keberlanjutan pasokan (kontinuitas stok). Masuk ke pasar modern berarti siap dengan manajemen inventaris yang disiplin. Pelaku UMKM wajib menjamin ketersediaan produk secara konsisten agar tidak terjadi kekosongan stok di gerai.
“Pemerintah daerah telah membuka jalan dan memfasilitasi kerja sama dengan pihak ritel modern. Sekarang, bola ada di tangan bapak dan ibu sekalian. Ambil ilmu dari narasumber, perbaiki kekurangan produk, dan jangan takut gagal dalam proses kurasi,” tegas Sekda Gowa memotivasi para peserta.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa, Fajaruddin, menjelaskan bahwa fokus utama pelatihan ini adalah mendongkrak kualitas kemasan agar memiliki nilai jual tinggi. Perubahan visual dan mutu kemasan ini menjadi variabel penentu bagi pemilik ritel untuk melirik produk lokal.
“Kehadiran gerai ritel modern di daerah kita diharapkan mampu menjadi wadah yang menampung dan memasarkan produk-produk unggulan UMKM Kabupaten Gowa yang telah memenuhi standar,” tutur Fajaruddin.
Respons positif pun datang dari pelaku usaha. Hadriyati Hamzah, pemilik Dapur Mom Tiara, mengaku pelatihan edukatif ini membuka mata para pelaku UMKM mengenai kriteria ketat yang diinginkan pasar.
“Melalui pelatihan ini, kami akhirnya mengetahui secara detail standar kualitas kemasan, pelabelan, legalitas, hingga bagaimana menjaga konsistensi produk yang menjadi kebutuhan utama pasar ritel modern,” ungkap Hadriyati.
Dengan adanya edukasi dan fasilitasi intensif ini, produk UMKM Gowa bersiap naik kelas dan nantinya bukan lagi sekadar produk rumahan, melainkan komoditas bernilai tinggi yang siap bersanding dengan merek-merek nasional di rak ritel modern.(*)















