INFOKINI.ID, MAKASSAR– Keterbatasan fiskal dan pemangkasan anggaran daerah bukan lagi jadi alasan untuk mengerem pembangunan. Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, bergerak cepat melirik skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sebagai solusi cerdas mendongkrak infrastruktur daerah demi memicu lompatan ekonomi.
Hal ini ditegaskan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, usai menghadiri Diseminasi Skema Pembiayaan Infrastruktur bertajuk “Beyond Infrastructure: Sinergi Fiskal-Moneter untuk Akselerasi Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi Daerah” di Gedung Keuangan Negara (GKN) II Makassar, Kamis (11/6/2026).
Menurut Husniah, infrastruktur yang mumpuni adalah kunci utama perputaran roda ekonomi masyarakat. Namun, ketergantungan pada APBD kerap kali membuat proyek-proyek strategis mandeg. Di sinilah skema KPBU hadir sebagai jawaban konkret.
“Di Kabupaten Gowa sementara kami pikirkan penerapannya. Ini sangat bagus karena merupakan bentuk pembiayaan yang membantu pemerintah daerah membangun wilayahnya. Banyak kepala daerah tertarik karena keterbatasan anggaran APBD,” ungkap Bupati Talenrang.
Bupati perempuan pertama di Gowa ini menilai hadirnya investasi swasta lewat KPBU akan memastikan program-program prioritas yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat tetap berjalan tanpa membebani kas daerah.
Untuk Kabupaten Gowa sendiri, sektor konektivitas menjadi target utama yang ingin diakselerasi.
“Untuk Gowa, yang paling dibutuhkan saat ini adalah pembangunan infrastruktur jalan. Itu yang menjadi prioritas utama. Jalan, jembatan, dan drainase yang selama ini terkendala anggaran bisa diselesaikan lewat solusi ini,” tegasnya secara visioner.
Langkah taktis Bupati Gowa ini sejalan dengan pandangan Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan, Martha Octavia. Ia menekankan bahwa Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis sebagai hub perdagangan, jasa, dan logistik di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
“Infrastruktur adalah penggerak perekonomian. Pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, hingga air bersih adalah fondasi penentu seberapa cepat suatu daerah mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonominya,” jelas Martha.
Martha menambahkan, KPBU kini bukan lagi sekadar opsi cadangan, melainkan strategi utama untuk mengundang inovasi dan efisiensi dari sektor swasta di tengah keterbatasan APBN maupun APBD.
Di sisi lain, Kepala Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi, mengingatkan bahwa untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Sulsel yang tengah positif, dibutuhkan investasi yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Investasi yang berkualitas akan menciptakan kapasitas produksi baru, memperkuat daya saing daerah, menciptakan nilai tambah, dan yang terpenting: membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” pungkas Rizki.
Sehingga melalui sinergi kuat antara Pemerintah Kabupaten Gowa, Kemenkeu, Bank Indonesia, dan sektor swasta, diharapkan transformasi ekonomi akan berjalan jauh lebih progresif dan mandiri.(*)















