INFOKINI.ID, GOWA– Pemerintah Kabupaten Gowa menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam menghapus kemiskinan ekstrem secara nasional sebelum akhir masa jabatan tahun 2029.
Dukungan terhadap program pemerintah pusat itu dibuktikan Pemkab Gowa dibawah kendali Bupati dan Wakil Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang dan Darmawangsyah Muin, dengan mengintenskan kunjungan ke berbagai wilayah. Tak hanya melihat langsung kondisi masyarakat, tetapi juga memberikan bantuan kepada warga masyarakat miskin ekstrem yang terdata di wilayah Kabupaten Gowa.
Bupati Gowa, Husniah Talenrang, menegaskan bahwa fokus Pemerintah Kabupaten Gowa terhadap pengentasan kemiskinan ekstrem sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa penghapusan kemiskinan ekstrem merupakan salah satu cita-cita utama pemerintahannya.
Husniah juga menyebutkan, upaya pengentasan kemiskinan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus dibahas dan dirumuskan bersama dalam forum lintas daerah yang melibatkan seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Menurut Husniah, forum tersebut menjadi wadah untuk mendengarkan aspirasi masyarakat secara menyeluruh, sekaligus membahas berbagai kebutuhan daerah, mulai dari penanganan kemiskinan ekstrem, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan sumber daya manusia.
“Saat ini yang dibahas bukan hanya Gowa, tetapi seluruh 24 kabupaten dan kota. Apa yang menjadi kekurangan di masing-masing daerah didiskusikan bersama, karena wadah ini untuk semua. Pembahasan tidak hanya soal kemiskinan, tetapi juga infrastruktur dan aspek pembangunan lainnya,” ujar Husniah Talenrang.
Ia menambahkan, melalui kolaborasi antardaerah, diharapkan dapat ditentukan langkah strategis serta figur-figur yang mampu diandalkan untuk mendorong pembangunan daerah secara berkelanjutan, termasuk pembangunan Sulawesi Selatan secara keseluruhan.
Penekanan penghapusan miskin ekstrem juga kembali ditegaskan Presiden Prabowo Subianto, saat peresmian 166 Sekolah Rakyat yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Senin, 12 Januari 2026. Presiden Prabowo menyampaikan komitmennya untuk mengubah nasib masyarakat yang berada pada kelompok kemiskinan ekstrem, khususnya desil satu dan dua.
“Cita-cita saya, di akhir masa jabatan saya tahun 2029, mereka yang berada di kemiskinan ekstrem desil satu dan dua dapat kita ubah nasibnya. Kita bisa menghilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden juga menekankan pentingnya sikap percaya diri sebagai bangsa dalam melihat capaian pembangunan nasional, tanpa kehilangan kerendahan hati. “Kita harus bangga dengan bukti. Rendah hati boleh, tetapi jangan rendah diri dan jangan inferior,” ujar Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo optimistis penghapusan kemiskinan ekstrem dapat dicapai melalui program Sekolah Rakyat. Setiap Sekolah Rakyat ditargetkan menampung sekitar 1.000 murid, dengan total sasaran mencapai 500.000 siswa secara nasional hingga tahun 2029.
Melalui sekolah rakyat tersebut, Prabowo menyakini bahwa akan menjadi pembuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus menjadi salah satu strategi utama dalam memutus rantai kemiskinan ekstrem di Indonesia.(*)
















