DPRD Gowa “Eksplorasi” Yogyakarta, Gali Ilmu Maksimalkan PAD Sektor Pariwisata

Kunjungan studi banding DPRD Kabupaten Gowa ke Yogyakarta. Belajar optimalisasi PAD sektor pariwisata.(Foto: ist)

INFOKINI.ID, YOGYAKARTA– DPRD Kabupaten Gowa melakukan studi banding ke Provinsi DI Yogyakarta kunjungan ini untuk menggali ilmu dan eksplorasi terhadap sektor pariwisata dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kunjungan ini dilakukan para legislator Gowa sebagai bahan pembelajaran dalam hal pengawasan dan pengelolaan retribusi pariwisata untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor tersebut. Studi banding yang dilakukan 23-26 Februari 2026 ini, dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gowa, Hasrul Abdul Rajab (HAR) dan Tyna H Ti’no Mawangi.

Yogyakarta dianggap sebagai salah satu destinasi wisata yang dianggap memiliki program pengawasan yang baik dalam pengelolaan retribusi, yang nantinya bisa diterapkan di Kabupaten Gowa, dengan potensi pariwisatanya. Kabupaten Gowa memiliki potensi yang cukup besar untuk menyumbang angka maksimal bagi PAD Kabupaten Gowa.

Menurut HAR, kunjungan ini diharapkan akan berdampak pada peningkatan PAD dan DPRD dalam fungsi pengawasannya, tentu menginginkan yang terbaik bagi Kabupaten Gowa. Ditambahkannya, potensi pariwisata Gowa membutuhkan sistem pengelolaan yang baik untuk mendapatkan hasil maksimal.

“Ada beberapa hal yang bisa menjadi referensi bagi Kabupaten Gowa dari kunjungan ini,. Diantaranya pariwisata Yogyakarta berkontribusi dalam peningkatan PAD melalui retribusi, dengan optimalisasi pungutan di tempat wisata, parkir, dan penginapan, serta melakui inovasi digitalisasi. Hal ini bisa dilakukan di Kabupaten Gowa. Dan untuk ini, kita bisa melakukan upaya
perbaikan tata kelola, rotasi petugas pemungut retribusi untuk mencegah kebocoran, dan peningkatan kualitas infrastruktur guna meningkatkan lama kunjungan wisatawan. Termasuk juga mengupayakan pengembangan desa wisata,” jabar HAR.

Selain itu, legislator dari partai Gerindra ini juga menegaskan bahwa faktor kendala terhadap peningkatan PAD juga harus dibenahi. “Penyebab kebocoran PAD juga penting untuk dibenahi. Diantaranya adalah pengelolaan parkir yang belum maksimal, dan kebocoran dalam pungutan retribusi tempat wisata. Ini menjadi salah satu penyebabnya dan harus dibenahi,” tegasnya.

Olehnya, HAR menilai Pemda Gowa harus bergerak untuk merealisasikan potensi itu. Termasuk untuk menggaungkan potensi wisata Gowa yang kini menjadi destinasi kunjungan wisata yang ada di Sulsel. “Banyak hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah terkait promosi pariwisata biar lebih dikenal luas oleh wisatawan. Salah satunya, memanfaatkan media sosial,membuat event-event tahunan, membangun kemitraan dengan pengusaha travel, maskapai, dan lain lain. Termasuk juga memperhatikan infrastruktur. Ini yang sgt penting.
Gimana wisatawan akan berkunjung kalau jalan yang dilalui tidak mulus. Ini bentuk kenyamanan yang harus diciptakan ke semua pengunjung wisatawan,” kuncinya.

Dalam studi banding tersebut, DPRD Kabupaten Gowa terbagi dalam dua rombongan berdasarkan komisi. Komisi II melakukan kunjungan ke DPRD Bantul, DPRD dan DPRD DI Yogyakarta. Sementara Komisi IV melaksanakan kunjungan ke DPRD Kota Yogyakarta dan ke DPRD Kabupaten Sleman.
Di komisi 4 diikuti H Nur As’ad Hijaz, Wardah Hamdat, Hasmolla, Arfandi Parani, H Mappasomba Amir Dg Sila dan sejumlah lainnya. Sementara di komisi 2 diikuti Kasim Sila, Dian Purnamasari, Eka Afriani, Ayu Nurdani, Ajim Sulfikar, Faizal Nyengka, Hj Sutihati Dahlan, Hj St Haniah Hafid, Rosita, Nurjannah, Abd Kadir Tulo dan lainnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *