INFOKINI.ID, GOWA – Museum Balla Lompoa Kabupaten Gowa menyimpan dan memelihara ratusan koleksi benda pusaka peninggalan Kerajaan Gowa (mulai dari Tumanurung Bainea dan Raja-raja Gowa dari masa ke masa). Mulai dari logam, kertas, foto-foto kondisi kerajaan, foto-foto raja-raja, dan lainnya. Beberapa di antaranya adalah koleksi asli, termasuk ada juga yang merupakan hasil replikasi.
Pemeliharaan koleksi benda-benda kerajaan ini pun dijamin penuh oleh Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Gowa sebagai penanggungjawab museum.
Dalam koleksi yang dipelihara tersebut, ada yang namanya koleksi utama yakni Mahkota Salokoa yang terbuat dari bahan emas murni dan beberapa butiran permata. Salokoa ini merupakan peninggalan Karaeng Tumanurung Baineya sebagai Raja Gowa I pada awal abad 14.

Kemudian, ada koleksi lainnya seperti Lasippo, senjata tradisional berbentuk parang yang terbuat dari besi bertuah dan dinamai Lauputtuli.
Fungsi Lauputtuli ini dipergunakan raja sebagai pertanda untuk mendatangi suatu tempat atau daerah yang akan dikunjungi.
Ada juga Sudanga atau sebilah senjata sakti berbentuk kalewang dan dipakai pada pelantikan raja yang berkuasa berhulu, dan bersarung tanduk binatang berhias emas putih berrelief geometris serta lilitan anyaman rotan.

Ada pula Tatarapang, sebuah keris yang diberi nama I Tatarapang “I Daeng Ri Tamaonna” terbuat dari besi bertuah bersarung dari berhulu dari emas bertatahkan pertama.
“Seluruh koleksi yang ada di museum ini secara berkala dilakukan perawatan. Termasuk sarana penyimpanan benda-benda kebesaran kerajaan,” kata Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Gowa, Ikbal Thiro.
Koleksi lainnya, yakni Gelang Ponto Janga-Jangaya. Gelang ini berbentuk naga melingkar sebanyak 4 buah yang berkepala satu, dinamai Mallipuang dan yang berkepala dua dinamai Tanipattuang.

Kemudian, pada koleksi utama, terdapat koleksi pendukung. Koleksi ini terdiri dari mata uang kuno yang terbuat dari perak dan perunggu, alat-alat musik tradisional, foto-foto yang pernah berkuasa, silsilah Kerajaan Gowa, hingga tulisan tangan Alquran.
Pemeliharaan koleksi tersebut dilakukan setiap tahun, dengan melihat jenis koleksi itu sendiri. Misalnya, Salokoa yang terbuat dari emas murni itu dipelihara dengan disepuh agar tetap menjaga warna dan keindahannya.
Kemudian koleksi tembaga perak, perunggu dan sebagainya dalam bentuk uang koin dan besi-besi dalam bentuk senjata tajam itu dipelihara melalui konservasi bahan logam.
“Proses pemeliharaannya ini kita berdayakan dengan bekerjasama tim Ahli Badan Pelestarian Cagar Budaya Makassar. Tapi kadang juga kami mengambil tim ahli dari arkeolog Unhas, itu kita lakukan pemeliharaan rutin setiap tahunnya,” jelas Ikbal.
Ratusan koleksi yang dipajang dalam Museum Balla Lompoa ini dapat dilihat dan dikunjungi seluruh pengunjung. Tujuannya sebagai sarana edukasi sejarah dan budaya bagi masyarakat.
Untuk menjaga kawasan Museum Balla Lompoa tetap aman dari oknum yang tidak bertanggung jawab, termasuk menjaga koleksi benda bersejrah, disiapkan pasukan khusus yang terdiri dari 20 orang dengan sip pertiga hari. Tugas mereka menjaga seluruh Kawasan Museum Balla Lompoa selama 24 jam full. Selain itu, untuk membantu pengawasan dan pengamanan juga disiapkan CCTV di beberapa titik. (*)















