INFOKINI.ID, GOWA – Kegiatan edukatif dalam rangka melestarikan warisan budaya dan meningkatkan literasi sejarah di kalangan generasi muda dengan tajuk “Museum Keliling” kembali digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Gowa di SMPN 1 Bajeng, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan edukatif ini menghadirkan langsung Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa, Nasrun, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya di hadapan ratusan siswa, ia menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga dan merawat warisan peradaban daerah.
Adapun beberapa poin edukasi penting yang disampaikan dalam kegiatan Museum Keliling tersebut meliputi pengenalan koleksi bersejarah yang memberikan wawasan mendalam terkait benda-benda pusaka dan jejak sejarah kebesaran Gowa di masa lampau.
Kemudian tentang pentingnya merawat identitas budaya yang mengajak kepada para pelajar untuk bangga terhadap identitas daerah dan turut serta mempromosikan potensi pariwisata lokal.
Serta fungsi museum di era modern yang mengubah stigma museum sebagai tempat yang membosankan menjadi pusat edukasi yang interaktif, relevan, dan menyenangkan bagi anak muda.
”Harapan bagi generasi muda Gowa
Melalui kegiatan Museum Keliling di SMPN 2 Barombong ini, kita berharap dapat menumbuhkan kecintaan para pelajar terhadap sejarah bangsanya,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Gowa, Ikbal Thiro, mengatakan bahwa inovasi untuk mendekatkan sejarah kepada pelajar melalui program Museum Keliling ini merupakan inisiatif strategis dari Disparbud Kabupaten Gowa.
“Tujuannya, untuk menjemput bola dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya pelajar tingkat menengah pertama,” terang Ikbal.
Ia juga mengatakan, dengan membawa replika koleksi, informasi permuseuman, dan nilai-nilai kebudayaan langsung ke lingkungan sekolah, diharapkan para siswa SMPN 1 Bajeng dapat lebih mudah mengakses dan memahami kekayaan budaya lokal tanpa harus menempuh jarak jauh ke museum pusat.
“Langkah ini dinilai efektif untuk menumbuhkan minat belajar sejarah sejak dini,” ujarnya.
Program positif ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menyambangi berbagai sekolah lainnya di wilayah Kabupaten Gowa, guna menciptakan generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berbudaya dan berwawasan sejarah yang kuat.(*)















