Melalui Museum Balla Lompoa, Disparbud Gowa Tanamkan Nilai Budaya pada Generasi Z

Kadisbudpar Gowa, Ary Mahdin Asfari memberikan motivasi sejarah kepada para siswa.(Foto:ist)

INFOKINI.ID, GOWA– Semangat pelestarian budaya sejak dini terus dipacu oleh Pemerintah Kabupaten Gowa. Pada Senin (20/4), suasana Museum Balla Lompoa tampak berbeda dari biasanya. Ratusan pelajar berkumpul untuk mengikuti kegiatan inspiratif bertajuk “Belajar Bersama di Museum” yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa.
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa. Para siswa dari SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 4 Sungguminasa diajak untuk menyelami lebih dalam kejayaan masa lalu Kerajaan Gowa langsung di dalam bangunan yang merupakan rekonstruksi istana megah tersebut.
Menghadirkan Narasumber Ahli
Untuk memberikan wawasan yang komprehensif, panitia menghadirkan dua figur penting dalam dunia sejarah dan kebudayaan Sulawesi Selatan, yakni Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa, Ary Mahdin Asfari serta Kepala UPT Museum Mandala. Kehadiran para pakar ini memberikan perspektif baru bagi para siswa mengenai pentingnya menjaga artefak dan nilai-nilai luhur di balik setiap koleksi museum.
“Melihat antusiasme para siswa dari SMPN 1, 2, dan 4 hari ini memberikan harapan besar bahwa warisan sejarah kita tidak akan hilang ditelan zaman,” ujar salah satu narasumber di sela-sela kegiatan.
Edukasi Interaktif di Museum Balla Lompoa
Para siswa terlihat aktif berdialog dan mencatat setiap detail penjelasan mengenai benda-benda pusaka. Program “Belajar Bersama” ini bertujuan untuk mengubah stigma bahwa museum adalah tempat yang membosankan, melainkan ruang belajar yang dinamis dan penuh inspirasi.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gowa, Ary Mahdin Asfari menekankan bahwa Museum Balla Lompoa adalah identitas dan kebanggaan warga Gowa. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh rasa memiliki (sense of belonging) di kalangan generasi muda terhadap situs budaya mereka sendiri.
Pentingnya Literasi Budaya bagi Generasi Muda
Di era digital ini, akses terhadap informasi sejarah seringkali terabaikan oleh konten media sosial yang instan. Oleh karena itu, pengalaman langsung di Museum Balla Lompoa menjadi penyeimbang literasi bagi para pelajar. Dengan memahami akar budaya, generasi muda Gowa diharapkan memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan global.
Di kesempatan itu Kabid Kebudayaan Gowa, Ikbal Thiro mengajak seluruh generasi muda untuk terus mengingat, menjaga, dan melestarikan budaya. “Mari kita terus jaga dan lestarikan warisan sejarah ini bersama-sama. Sebab, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya sendiri,” sebutnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *