Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel di Lebanon, Begini Respons PBB

Prajurit Garuda Satgas (Satuan Tugas) Yonmek TNI Konga XXIII-R/UNIFIL yang melaksanakan tugas perdamaian di Lebanon. (Foto: Instagram Pusat Penerangan TNI - @puspentni)

INFOKINI.ID – Seorang anggota TNI yang menjadi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) gugur akibat serangan di Lebanon. Prajurit TNI bernama Praka Rico Pramudia (31) itu sempat dirawat usai terluka parah akibat serangan pada akhir bulan lalu.

“UNIFIL menyesalkan wafatnya Kopral Rico Pramudia hari ini, yang terluka parah akibat ledakan proyektil di pangkalan tempatnya bertugas di Adchit Al Qusayr pada malam 29 Maret,” demikian keterangan UNIFIL di akun X @UNIFIL_, Jumat (24/4/2026).

UNIFIL mengabarkan Praka Rico tutup usia dalam menjalani perawatan di rumah sakit (RS) di Beirut akibat luka-luka yang dialaminya. UNIFIL menyampaikan dukacita kepada pihak keluarga Rico dan Indonesia.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan duka cita atas gugurnya Praka Rico Pramudia. Antonio mendesak Israel untuk menghentikan serangan.

Dalam pernyataannya di media sosial X, Sabtu (25/4/2026), Guterres mengaku sedih atas gugurnya penjaga perdamaian asal Indonesia tersebut. Dia mengatakan korban meninggal akibat luka-luka yang dideritanya.

“Saya sedih mengetahui bahwa seorang lagi penjaga perdamaian Indonesia UNIFIL telah meninggal dunia akibat luka-lukanya setelah sebuah insiden pada bulan Maret, ketika sebuah peluru artileri yang ditembakkan dari tank Pasukan Pertahanan Israel mengenai posisi @UNIFIL di Lebanon selatan, menurut temuan awal UNIFIL,” kata Guterres.

Guterres juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga para korban. Dia turut mendoakan pemulihan bagi para penjaga perdamaian lain yang terluka dalam insiden tersebut.

“Turut berduka cita yang terdalam kepada keluarga, teman, dan rekan kerja para penjaga perdamaian yang gugur, dan saya berharap pemulihan yang cepat dan sempurna bagi yang lain yang terluka,” ujarnya.

Pihakanya mencatat, hingga saat ini enam personel UNIFIL di Lebanon telah tewas. Dia pun mendesak agar Israel segera menghentikan serangan ke Lebanon.

“Enam penjaga perdamaian yang bertugas dengan UNIFIL kini telah tewas dan beberapa lagi mengalami luka serius setelah insiden-insiden baru-baru ini di tengah permusuhan antara Hizbullah dan Pasukan Pertahanan Israel,” ujarnya.

“Serangan-serangan ini harus dihentikan,” imbuh dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *