INFOKINI.ID, MAKASSAR – Pemerintah menyalurkan dana insentif kepada 7.580 guru madrasah non Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 204 tenaga kependidikan (tendik) madrasah bersertifikat pendidik di wilayah Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan.
Proses penyaluran insentif kepada guru madrasah dan tendik Kementerian Agama dilakukan melalui transfer langsung ke rekening masing-masing penerima.
Skema pencairan insentif guru madrasah dan tendik Kementerian Agama diterapkan untuk memastikan pencairan berlangsung lebih cepat, transparan, dan akuntabel.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Wahyuddin Hakim, mengatakan insentif tersebut merupakan bentuk penghargaan pemerintah atas dedikasi para guru dan tenaga kependidikan madrasah.
“Dana insentif ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada para guru dan tenaga kependidikan madrasah yang telah bekerja dengan penuh dedikasi,” ujar Wahyuddin.
Ia menilai guru madrasah memiliki posisi penting dalam membentuk karakter, akhlak, dan kompetensi peserta didik. Karena itu, dukungan terhadap kesejahteraan pendidik terus menjadi perhatian pemerintah.
Menurutnya, keberadaan guru madrasah tidak hanya berperan dalam transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam pembinaan moral dan karakter generasi muda.
Wahyuddin juga menyampaikan apresiasi kepada para pengelola program di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota yang telah memastikan seluruh tahapan administrasi berjalan sesuai ketentuan sehingga pencairan insentif dapat dilakukan tepat waktu.
“Sinergi dan kerja sama yang baik menjadi kunci sehingga hak-hak guru dan tenaga kependidikan dapat tersalurkan tepat waktu,” katanya.
Penyaluran insentif ini diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi para guru dan tenaga kependidikan untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di madrasah.
Selain membantu aspek kesejahteraan, program tersebut juga menjadi bentuk pengakuan pemerintah atas kontribusi para pendidik dalam menciptakan pendidikan madrasah yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing. (*)















