INFOKINI.ID, GOWA– Ujian kesiapan kembali dihadapi oleh Perumda Air Minum Tirta Jeneberang. Rembesan air akibat kebocoran pipa berukuran 300 mm kembali ditemukan di Kecamatan Somba Opu, tepatnya di samping kantor Kodim 1409/Gowa, pada Minggu (21/6/2026) malam.
Kendati terjadi di tengah proses normalisasi pasca-perbaikan kebocoran pipa lain sebelumnya, manajemen Perumda Tirta Jeneberang langsung bergerak cepat. Pihaknya memastikan pelayanan kepada pelanggan tidak akan dihentikan total, melainkan hanya mengalami pengurangan debit air selama estimasi 6 jam proses perbaikan.

Plt Dirut Perumda Air Minum Tirta Jeneberang, Irianto Razak, menegaskan bahwa seluruh jajaran berkomitmen penuh untuk mengupayakan agar hak pelayanan air bersih masyarakat tetap terpenuhi di tengah situasi sulit ini.
“Untuk kondisi ini kita berusaha tetap memberikan pelayanan, walaupun ada pengurangan debit selama perbaikan dilakukan. Kita tidak menghentikan total seperti perbaikan pipa yang berada di pinggiran waduk kemarin. Kami mohon pelanggan bisa bersabar atas insiden force majeur yang memang merupakan kejadian tiba-tiba dan tidak bisa dihindari,” ujar Irianto saat dihubungi, Senin (22/6/2026).
Irianto membeberkan bahwa lokasi kebocoran baru ini hanya berjarak sekitar 100 meter dari titik kerusakan sebelumnya. Masalah utama bersumber pada faktor usia dan spesifikasi material pipa bawah tanah yang sudah berumur sekitar 30 tahun.
“Evaluasi kita masih karena tekanan tinggi. Jenis pipa yang saat ini digunakan adalah PVC dengan ketebalan sekitar 5 sentimeter, dikombinasikan dengan faktor usia pipa yang sudah lama. Ini berbeda dengan pipa jenis HDPE modern yang ketebalannya mencapai 10-15 sentimeter,” jelas Irianto secara transparan mengenai keterbatasan fasilitas yang ada.
Tekanan tinggi dari benturan aliran air dan udara pasca-pengosongan pipa saat perbaikan sebelumnya, disinyalir menjadi pemicu keretakan baru pada pipa tua tersebut. Meski harus bekerja dengan keterbatasan infrastruktur warisan masa lalu, Perumda Tirta Jeneberang tidak tinggal diam. Alat berat langsung diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat proses penanganan.
Sebagai langkah antisipasi nyata agar kebutuhan domestik warga tidak terganggu selama masa normalisasi yang idealnya membutuhkan waktu hingga tiga hari, Perumda Tirta Jeneberang telah menyiapkan armada darurat.
“Kami terus berupaya maksimal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, termasuk memperbaiki kerusakan dalam kurun waktu sesingkat mungkin. Sebagai alternatif pelayanan, kami menyiagakan mobil tangki yang siap mendistribusikan air bersih langsung kepada pelanggan,” pungkas Irianto sembari menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.(*)















