INFOKINI.ID, JAKARTA– Di tengah tantangan medan yang berat pasca bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), langkah tanggap darurat terus diperkuat oleh pemerintah. Di bawah instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Inf. Teddy Indra Wijaya mengambil peran krusial dalam mengorkestrasi percepatan dan efektivitas pengiriman bantuan logistik ke wilayah-wilayah terdampak.
Hingga hari kelima penanganan, koordinasi lintas unsur yang diperkuat oleh kehadiran Letkol Teddy di lini komando memastikan alur distribusi logistik berjalan secara terukur. Sebanyak 253 ton bantuan esensial yang mencakup bahan pangan, tenda pengungsian, hingga perlengkapan medis, telah berhasil diberangkatkan melalui skema multimodal yang mencakup jalur udara, darat, serta laut menggunakan armada KRI dan kapal rumah sakit.
“Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana dilakukan melalui koordinasi lintas unsur dengan mengedepankan kecepatan, ketepatan sasaran, dan kesinambungan distribusi. Pemerintah juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat dipenuhi secara bertahap,” ucap Teddy Indra Wijaya.
Guna memangkas hambatan geografis dan memastikan ketepatan sasaran, dua posko utama penanganan telah dioptimalkan di Labuan Bajo dan Maumere. Untuk sektor Labuan Bajo, menjadi titik sandar utama untuk mendistribusikan pasokan ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, serta Ngada. Sedangkan di
sektor Maumere, berfungsi sebagai pusat logistik untuk menjangkau masyarakat terdampak di Sikka, Ende, dan Nagekeo.
Melalui pemanfaatan helikopter dan pesawat kecil untuk wilayah terisolasi, serta pembukaan akses darat yang dioptimalkan sejak hari kedua, koordinasi ketat ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan respons kemanusiaan yang cepat, responsif, dan berkesinambungan.
“Dengan sinergi dan koordinasi yang terus diperkuat, pemerintah berkomitmen memastikan respons kemanusiaan berjalan cepat, distribusi bantuan semakin efektif, dan masyarakat terdampak mendapatkan dukungan yang dibutuhkan hingga proses pemulihan berlangsung.” tutup Teddy Indra Wijaya.(*)
















