INFOKINI.ID, LONDON– Penyerang Timnas Inggris, Anthony Gordon, menegaskan bahwa timnya tidak perlu memaksakan diri meniru gaya permainan Spanyol demi merengkuh gelar juara di panggung internasional. Menurutnya, setiap negara memiliki karakter dan identitas sepakbola tersendiri yang justru menjadi kekuatan utama.
Pernyataan tajam tersebut disampaikan Gordon jelang duel sengit menghadapi Spanyol dalam laga lanjutan UEFA Nations League akhir pekan ini. Inggris berada di grup yang cukup kompetitif bersama Spanyol, Kroasia, dan Republik Ceko.
Spanyol saat ini menempati puncaknya peta kekuatan sepakbola global setelah sukses mengawinkan gelar Piala Eropa 2024 dan Piala Dunia 2026. Situasi ini membuat gaya permainan penguasaan bola (possession football) khas Tim Matador kerap dijadikan cetak biru oleh negara-negara lain. Namun, Gordon yang kini merumput di LaLiga bersama Barcelona, mengingatkan agar Inggris tidak menelan mentah-mentah filosofi lawan.
“Kami tidak bisa terus-menerus melihat negara lain dan berusaha menjadi seperti mereka, karena kami bukan mereka. Kami adalah Inggris dan kami memiliki kekuatan sendiri yang tidak mereka miliki. Jadi, mungkin kami sebaiknya mulai bermain dengan cara yang memang menjadi keahlian kami,” ungkap Gordon sebagaimana dikutip dari BBC, Kamis (24/9/2026).
Pria yang merasakan langsung iklim sepakbola Spanyol itu menilai Inggris sejatinya memiliki barisan pemain berbakat yang kualitasnya setara dengan Spanyol, namun dengan keunggulan fisik dan karakter permainan yang berbeda.
“Saya berbicara dari sudut pandang di mana saya merasa kita sedang mencoba meniru Spanyol. Pemain Spanyol tidak memiliki hal-hal yang kita miliki, begitu pula sebaliknya,” tegas mantan pemain Newcastle United tersebut.
Lebih lanjut, Gordon menyinggung filosofi penguasaan bola ketat yang menjadi ciri khas Spanyol. Ia menilai keahlian tersebut merupakan hasil dari pembinaan usia dini yang sangat spesifik dan sulit diajarkan secara instan pada level senior.
“Penguasaan bola seperti itu bukan bagian dari DNA Inggris. Setelah bermain di Spanyol, saya melihat langsung bagaimana cara mereka menguasai bola dan mengambil keputusan. Itu adalah cara mereka dibentuk sejak kecil. Saya tidak tahu apakah itu sesuatu yang bisa diajarkan dalam waktu singkat,” pungkasnya.
Inggris sendiri telah menantikan gelar mayor sepakbola putra selama 60 tahun. Pada dua turnamen besar terakhir, The Three Lions terpaksa puas finis sebagai runner-up di Piala Eropa 2024 serta peringkat ketiga pada Piala Dunia 2026.(*)
















