INFOKINI.ID, JAKARTA – Dinamika politik nasional mulai menjadi perhatian dunia usaha menjelang prospek investasi Indonesia pada 2027. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengingatkan bahwa ketidakpastian politik berpotensi memengaruhi psikologi investor dan membuat calon pemodal menunda rencana investasinya.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Sarman Simanjorang, mengatakan Indonesia sebenarnya memiliki peluang investasi yang cukup besar pada 2027. Namun, peluang tersebut tidak terlepas dari tantangan dinamika politik yang sedang berlangsung.
“Peluang investasi memang penuh tantangan akibat dinamika politik yang saat ini kita hadapi. Dikhawatirkan calon investor berpikir ulang untuk masuk jika dinamika politik kita mengganggu psikologi mereka,” ujar Sarman kepada Bisnis, Jumat (6/11/2026).
Menurutnya, investor sangat memperhatikan stabilitas politik dan kepastian kebijakan sebelum mengambil keputusan untuk menanamkan modal. Situasi yang tidak menentu dapat memunculkan kekhawatiran terhadap perubahan aturan maupun inkonsistensi kebijakan pemerintah.
Kondisi tersebut berpotensi membuat investor mengambil sikap menunggu atau wait and see, baik investor asing maupun penanam modal dalam negeri.
Karena itu, Kadin meminta pemerintah memberikan jaminan terhadap keamanan dan kenyamanan dunia usaha. Kepastian kebijakan dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor.
“Ini yang harus kita berikan jaminan, bagaimana kita mampu menciptakan keamanan dan kenyamanan yang kondusif dengan kebijakan yang pasti dan tidak berubah-ubah,” tegas Sarman.
Di tengah kekhawatiran tersebut, Kadin tetap melihat prospek aktivitas ekonomi Indonesia cukup positif. Momentum Natal dan Tahun Baru pada kuartal IV/2026 diperkirakan mampu meningkatkan aktivitas perdagangan dan konsumsi masyarakat.
Optimisme tersebut diperkirakan berlanjut pada kuartal I/2027. Sejumlah momentum seperti perayaan Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri dinilai berpotensi mendorong daya beli masyarakat.
“Kuartal I/2027, kita prediksi juga positif karena ada momentum Imlek, bulan puasa, dan Lebaran 2027,” urainya.
Kadin berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas politik sekaligus memperkuat kepastian hukum agar peluang pertumbuhan ekonomi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Dengan iklim usaha yang kondusif, Indonesia diharapkan mampu mempertahankan daya tariknya sebagai tujuan investasi, baik bagi pemodal dalam negeri maupun investor asing. (*)
















