INFOKINI.ID, NEW YORK– Ruang sidang Pertemuan Tahunan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York diwarnai aksi protes diplomatik. Belasan delegasi dari berbagai negara memilih berjalan keluar (walkout) saat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melangkah ke podium untuk menyampaikan pidatonya pada Kamis (24/9/2026) waktu Amerika Serikat.
Sesaat setelah Netanyahu memulai pidato, sejumlah pejabat tinggi dan diplomat mengosongkan kursi mereka di ruang sidang. Merespons aksi walkout tersebut, Netanyahu menyindir para diplomat yang keluar dengan sebutan “pengecut moral”. Sementara itu, sorakan dukungan dalam bahasa Ibrani terdengar dari area galeri pendukungnya.
Dalam pidato berdurasi sekitar 40 menit tersebut, Netanyahu memanfaatkan panggung internasional untuk membela kebijakan militernya sekaligus menyerang para pengkritik. Ia melayangkan kecaman terhadap Wali Kota New York Zohran Mamdani, sejumlah pemimpin Eropa Barat, serta menuding Qatar dan Turki menyebarkan disinformasi terkait tindakan Israel.
“Kalian mencoba membungkam saya. Tapi, kalian tidak bisa membungkam saya. Kalian tidak bisa membungkam kebenaran,” cetus Netanyahu merujuk pada kritik yang dialamatkan kepadanya, dikutip Jumat (25/9/2026).
Netanyahu secara tegas menolak tuduhan internasional mengenai dugaan tindakan genosida terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza. “Inilah kebenaran sederhana: Israel tidak melakukan genosida. Israel mencegah genosida,” klaimnya di hadapan forum PBB.
Pernyataan Netanyahu langsung mendapat respons keras dari Wali Kota New York, Zohran Mamdani. Melalui keterangan resminya, Mamdani menilai pidato Netanyahu hanyalah pembelaan tanpa dasar atas aksi militer di Gaza.
Mamdani secara menohok mengingatkan publik dunia bahwa Netanyahu masih berstatus sebagai subjek surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Penampilan Netanyahu di PBB ini berlangsung di tengah tekanan politik dalam negeri yang kian memanas, mengingat pemilu Israel bakal digelar dalam kurun waktu kurang dari lima minggu. Di saat yang sama, ratusan demonstran berkumpul di luar markas PBB New York menyuarakan penolakan terhadap agresi di Gaza serta mengecam dukungan kebijakan AS terhadap Israel.(*)
















