INFOKINI.ID, GOWA– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menegaskan komitmennya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang inklusif dan berkeadilan. Hal tersebut dibuktikan saat Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menerima langsung kunjungan Tim Verifikator Lapangan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Republik Indonesia di Kabupaten Gowa, Senin (2/11/2026).
Proses verifikasi lapangan ini menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi sekaligus membuktikan implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) di wilayah Kabupaten Gowa, tidak sekadar manis di atas kertas dokumen, melainkan benar-benar berdampak nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan KemenPPPA yang kembali memilih Kabupaten Gowa dalam tahap verifikasi lapangan APE. Menurutnya, indikator keberhasilan sebuah daerah tidak lagi hanya ditakar dari laju pertumbuhan ekonomi dan megahnya pembangunan fisik. Lebih dari itu, kuncinya terletak pada pemenuhan akses, partisipasi, kontrol, hingga manfaat pembangunan yang dirasakan secara setara oleh laki-laki, perempuan, anak-anak, lansia, hingga kaum disabilitas.
Sebagai langkah konkret, strategi PUG telah diintegrasikan secara sistematis mulai dari dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) hingga Rencana Kerja (Renja) di setiap Perangkat Daerah melalui mekanisme Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG). Tujuh prasyarat kelembagaan PUG pun dijalankan secara sinergis, mulai dari penguatan regulasi, penyediaan data terpilah yang valid, peningkatan alokasi anggaran, hingga menghadirkan inovasi pelayanan publik ramah gender.
“Pemerintah Kabupaten Gowa memiliki komitmen yang sangat kuat terhadap keadilan dan kesetaraan gender. Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan fisik, tetapi dari sejauh mana seluruh elemen masyarakat, baik laki-laki, perempuan, anak-anak, lansia, hingga penyandang disabilitas, memperoleh akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat yang setara,” ujar Darmawangsyah
Darmawangsyah secara tegas menginstruksikan seluruh Kepala SKPD dan anggota Pokja PUG untuk bersikap transparan dan kooperatif selama mendampingi proses verifikasi. Ia berharap seluruh masukan dan evaluasi dari tim penilai dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan yang jauh lebih responsif gender di masa depan, sekaligus membawa Pemkab Gowa kembali memboyong penghargaan bernilai prestisius tersebut.
“Melalui momentum verifikasi lapangan ini, kami tidak hanya ingin menunjukkan dokumen di atas meja, tetapi memperlihatkan realitas dan dampak nyata di lapangan. Catatan perbaikan dari Tim Verifikator akan menjadi kompas bagi kami untuk menyusun kebijakan yang jauh lebih responsif gender di masa depan,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, memaparkan secara rinci landasan strategis serta capaian riil pelaksanaan PUG. Strategi gender ini menjadi bagian integral dari visi pembangunan Kabupaten Gowa 2025-2030, yaitu “Bersama Menuju Gowa yang Lebih Maju dan Berkelanjutan”, yang menempatkan kesetaraan gender sebagai pilar transformasi sosial.
Dukungan kelembagaan di Gowa diperkuat oleh hadirnya Pokja PUG, focal point, Tim Teknis Anggaran Responsif Gender, hingga Forum Data Gender dan Anak. Komitmen ini juga tercermin jelas dari struktur birokrasi dan keterwakilan perempuan di ranah publik. Dari total 7.842 ASN di Kabupaten Gowa, sebanyak 4.430 orang atau 57 persen di antaranya merupakan perempuan. Di parlemen lokal, 13 dari 45 anggota DPRD Gowa adalah perempuan. Jabatan strategis pun terbuka lebar, terbukti dengan 6 perempuan yang menduduki posisi Kepala OPD (Eselon II) dan 68 perempuan mengisi posisi Eselon III.
Untuk memperkuat pergerakan program, Pemkab Gowa mengucurkan anggaran khusus yang mendukung pelaksanaan PUG pada tahun 2025 sebesar Rp2,7 miliar. Alokasi ini menyokong berbagai inovasi lintas sektor yang menyasar langsung kebutuhan akar rumput.
“Pengarusutamaan gender merupakan salah satu fokus titik berat pembangunan di Kabupaten Gowa. Kesetaraan gender telah menjadi bagian dari misi transformasi sosial yang berkualitas dan merata dalam visi pembangunan daerah 2025-2030,” ujar Andy Azis.
Di bidang kesehatan, Dinas Kesehatan Gowa menghadirkan inovasi Si Jempol Mantap, yang meupakan layanan penjemputan, pertolongan, hingga pengantaran pulang bagi pasien gawat darurat dan ibu bersalin, serta penerapan data terpilah berbasis gender di Puskesmas. Sementara untuk perlindungan masyarakat, UPTD PPA disiagakan secara terpadu dengan menghubungkan layanan ke Disdukcapil, Dinas Sosial, fasilitas kesehatan, hingga aparat kepolisian.
Salah satu capaian paling menonjol dari kolaborasi ini adalah keberhasilan menekan angka stunting secara drastis melalui inovasi Gassing Nganre. Melalui intervensi pemberian makanan bergizi bagi anak di bawah dua tahun (baduta) dan ibu hamil, prevalensi stunting di Kabupaten Gowa yang sempat berada di angka 33 persen pada tahun 2022 berhasil dipangkas hingga menjadi 17 persen pada 2024.
Langkah masif ini turut disokong oleh penguatan kelembagaan hingga tingkat bawah lewat pembentukan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, Ruang Bersama Indonesia, serta Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). Pemkab Gowa juga menggandeng organisasi masyarakat dan perempuan seperti TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, Persit KCK, Bhayangkari, Muslimat NU, Aisyiyah, PUSPA, hingga organisasi media dan pers.
Kegiatan verifikasi lapangan yang berlangsung hangat tersebut diakhiri dengan komitmen bersama seluruh pimpinan SKPD, Pengurus DWP, dan organisasi wanita Kabupaten Gowa untuk terus menyempurnakan implementasi PUG demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Gowa yang merata.(*)
















