Gandeng BAZNAS dan UMKM, Dinas Ketahanan Pangan Makassar Sebar 600 Voucher Belanja di Festival Pangan Murah

INFOKINI.ID, MAKASSAR– Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar ke-419, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar perhelatan Festival Pangan 2026 yang dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) di pelataran Kantor Camat Tamalate, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Minggu (8/11/2026) pagi.

Mengangkat tema “Wujudkan Ketahanan Pangan demi Masa Depan Makassar Mulia”, kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 12.00 WITA tersebut diserbu ratusan warga Kecamatan Tamalate. Guna memastikan pemerataan bantuan daya beli, Dinas Ketahanan Pangan berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menyalurkan sedikitnya 600 lembar voucher belanja murah bagi warga penerima manfaat.

PDAM

Hadir membuka kegiatan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa Festival Pangan 2026 dirancang bukan sekadar ajang perayaan seremonial tahunan, melainkan instrumen strategis daerah dalam mengendalikan inflasi dan menjamin keterjangkauan pasokan sembako masyarakat.

“Festival Pangan ini bukan hanya tentang menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga bagaimana kita memberikan edukasi dan inovasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal,” ujar Munafri di sela-sela kegiatan.

Wali Kota yang akrab disapa Appi ini menekankan, peringatan HUT ke-419 Kota Makassar harus dimaknai dengan menghadirkan kebijakan serta program nyata yang manfaatnya bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.

“Mari kita jadikan Festival Pangan ini sebagai momentum untuk meningkatkan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Semoga kegiatan ini membawa manfaat nyata bagi warga, terutama dalam menjaga daya beli dan ketahanan ekonomi keluarga,” ajaknya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar menjelaskan bahwa penyaluran 600 voucher belanja dan pelaksanaan GPM memiliki target strategis untuk menjaga stabilitas pasokan serta memperkuat benteng ekonomi masyarakat dari gejolak harga.

“Gerakan Pangan Murah ini merupakan salah satu upaya menjaga stabilitas harga, menekan potensi inflasi, dan membantu masyarakat mengakses pangan,” tegas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar.

Ia menambahkan, keterjangkauan pasokan pangan menjadi kunci utama agar kebutuhan pokok rumah tangga warga dapat terpenuhi tanpa terbebani lonjakan harga komoditas pasar.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menilai perhelatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan potensi pangan daerah sekaligus mendorong geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis pangan lokal.

“Festival Pangan 2026 ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan pangan lokal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA),” tutur politisi Partai Golkar tersebut.

Selain menggelar Gerakan Pangan Murah, festival yang didukung anggaran APBN, BUMN, distributor, hingga pelaku UMKM ini menyajikan edukasi masif gerakan Stop Boros Pangan. Warga diajak untuk lebih bijak dalam mengelola konsumsi rumah tangga guna mencegah pemborosan makanan akibat pola belanja yang kurang tepat.

Guna menjamin perlindungan konsumen, Dinas Ketahanan Pangan turut menerjunkan tim teknis untuk melangsungkan rapid test atau pengujian cepat sampel pangan segar asal tumbuhan di lokasi. Suasana festival kian semarak dengan sajian Live Cooking pengolahan bahan lokal kreatif serta posko pemeriksaan kesehatan gratis hasil kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *