INFOKINI.ID, GOWA – Museum Balla Lompoa yang menjadi simbol dari warisan budaya kerajaan Gowa, menyimpan ratusa koleksi benda-benda bersejarah. Beberapa diantaranya merupakan koleksi andalan yang menjadi saksi megahnya Kerajaan Gowa.
Salah satu diantaranya adalah Mahkota Salokoa, yang juga menjadi simbol kekuasaan dan warisan budaya Kerajaan Gowa yang sangat penting.
Mahkota Salokoa yang berbetuk menyerupai kerucut bunga teratai dengan lima kelopak daun dan berdiameter sekitar 30 cm itu terbuat dari emas murni dengan berat sekitar 1.768 gram, dan dihiasi dengan 250 butir permata, termasuk berlian, ruby, dan zamrud.
Mahkota Salokoa merupakan salah satu benda kebesaran (kalompoang) atau benda kekuasaan (Gaukang) utama dari Kerajaan Gowa. Mahkota ini digunakan sebagai atribut dan simbol kekuasaan kerajaan.
Mahkota ini diperkirakan sudah ada sejak masa Raja Gowa I, Tumanurunga Baineya, sekitar abad ke-14 sekitar tahun 1320. Benda ini menjadi salah satu atribut legitimasi seorang Raja Gowa dan digunakan dalam upacara penobatan.
Dalam bahasa Makassar, Salokoa berarti “Penghimpun” atau “Pemersatu”. Mahkota ini melambangkan kekuatan dan kekuasaan raja sebagai pemersatu masyarakat. Dalam budaya Gowa, Salokoa dianggap sebagai benda kebesaran yang sakral.
Saat ini, Mahkota Salokoa yang asli disimpan di Museum Balla Lompoa, dan di museum tersebut juga terdapat replikanya.
Mahkota Salokoa juga digunakan dalam acara adat seperti Accera’ Kalompoang (membersihkan benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Gowa yang tersimpan di Museum Balla Lompoa), yang diadakan setiap tahun setelah Idul Adha.
Sekadar diketahui, Museum Balla Lompoa saat ini menjadi salah satu destinasi wisata dengan daya tarik yang kuat bagi para wisatawan, baik lokal maupun asing ata mancanegara.
Olehnya itu, untuk menjaga eksistensi Museum Balla Lompoa sebagai Cagar Budaya, standar pelayanan dan kebersihan di Kawasan Museum harus menjadi perhatian. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa pun berkomitmen untuk terus menjaga hal tersebut dengan baik.
Tak hanya itu, ke depan Pemerintah Kabupaten Gowa juga berencana untuk terus mengembangkan sektor pariwisata di sekitar Museum Balla Lompoa, termasuk menambah fasilitas pendukung, seperti penginapan, transportasi. (*)













