INFOKINI.ID, MAKASSAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar mendorong seluruh Puskesmas di wilayhnya untuk menggencarkan promosi kesehatan dan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Mur Saidah Sirajuddin, meengatakan hal itu dilakukan karena salah satu yang masih menjadi kendala dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai sarana skrining penyakit tidak menular (PTM) termasuk hioertensi dan diabetes, adalah masih adanya masyarakat yang takut mengetahui hasil pemeriksaan.
Sebagian warga, kata dia, memilih tidak menjalani pemeriksaan karena khawatir akan mengetahui dirinya memiliki penyakit tertentu.
“Salah satu manfaat CKG adalah itu skrining, cuma memang kendala masyarakat adalah takut melaksanakan skrining karena takut diketahui penyakitnya,” kata dr. Nur Saidah, Rabu (12/8/2026).
Padahal, kata dr. Nur Saidah, skrining PTM menjadi penting karena banyak masyarakat baru mengetahui kondisi kesehatannya setelah penyakit berkembang dan menimbulkan komplikasi.
Ia menyebut, hipertensi dan diabetes termasuk penyakit yang perlu dideteksi lebih awal melalui pemeriksaan kesehatan.
“Kami melihat kondisi-kondisi di rumah sakit, banyaknya pelayanan di rumah sakit itu bermula dari banyaknya pasien PTM atau penyakit tidak menular yang tidak terkonfirmasi awal sehingga jatuh pada komplikasi berat,” tuturnya.
Karena itu, CKG dan skrining diharapkan dapat menjadi sarana deteksi dini. Masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya sebelum penyakit berkembang lebih parah.
Untuk mendukung upaya tersebut, lanjut dr. Nur Saidah, Dinkes Makassar memaksimalkan jejaring fasilitas kesehatan untuk memperluas cakupan CKG. Salah satunya yakni berkolaborasi dengan 51 Rumah Sakit, melibatkan 220 Klinik Pratama dan Utama, serta 88 dokter praktik perorangan mandiri.
Masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan tersebut akan diarahkan untuk memanfaatkan layanan CKG di Puskesmas.
“Hal ini agar pemeriksaan dapat menyasar masyarakat mulai dari bayi baru lahir hingga kelompok usia lanjut. Kita berusaha agar bagaimana Cek Kesehatan Gratis ini yang dimulai dari usia 0 bulan sampai dengan 60 tahun ke atas,” terang dr. Nur Saidah.
Lebih jauh dr. Nur Saidah mengatakan, Dinkes Makassar berharap perluasan CKG dapat meningkatkan deteksi dini berbagai penyakit sekaligus mendorong masyarakat tidak menunggu sampai mengalami gejala berat atau komplikasi untuk memeriksakan kesehatan.
“Karena lebih cepat mengetahui ada penyakit lebih baik dibanding jatuh ke arah komplikasi,” pungkasnya. (*)














