INFOKINI.ID, MAKASSAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar memaksimalkan jejaring fasilitas kesehatan untuk memperluas cakupan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayahnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nur Saidah Sirajuddin, menyebut pemeriksaan tersebut dapat menyasar masyarakat mulai dari bayi baru lahir hingga kelompok usia lanjut.
“Bagaimana cek kesehatan gratis ini yang dimulai dari usia 0 bulan sampai dengan 60 tahun ke atas,” kata dr. Mur Saidah, Rabu (12/8/2026).
Dinkes, kata dia, berkolaborasi dengan 51 Rumah Sakit, melibatkan 220 Klinik Pratama dan Utama, serta 88 dokter praktik perorangan mandiri untuk memperluas cakupan program CKG.
Menurutnya, masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan tersebut akan diarahkan untuk memanfaatkan layanan CKG di Puskesmas.
Dinkes berharap, perluasan CKG dapat meningkatkan deteksi dini berbagai penyakit sekaligus mendorong masyarakat tidak menunggu sampai mengalami gejala berat atau komplikasi untuk memeriksakan kesehatan.
“Karena lebih cepat mengetahui ada penyakit lebih baik dibanding jatuh ke arah komplikasi,” ujar dr. Nur Saidah.
Lebih jaub dr. Nur Saidah mengatakan, pihaknya juga memaksimalkan program CKG untuk mendeteksi Tuberkulosis (TBC) sekaligus sebagai sarana skrining penyakit tidak menular (PTM) di masyarakat, termasuk hipertensi dan diabetes.
“Harapan kami adalah bagaimana kami menyaring dari pemeriksaan cek kesehatan gratis ini. Kami menyaring 12 indikator SPM ada di dalamnya juga bisa kami maksimalkan,” ungkapnya
Menurut dr. Nur Saidah, skrining PTM menjadi penting karena banyak masyarakat baru mengetahui kondisi kesehatannya setelah penyakit berkembang dan menimbulkan komplikasi.
Ia juga menyebut, hipertensi dan diabetes termasuk penyakit yang perlu dideteksi lebih awal melalui pemeriksaan kesehatan.
“Kami melihat kondisi-kondisi di Rumah Sakit, banyaknya pelayanan di Rumah Sakit itu bermula dari banyaknya pasien PTM atau penyakit tidak menular yang tidak terkonfirmasi awal sehingga jatuh pada komplikasi berat,” tuturnya.
Karena itu, CKG diharapkan dapat menjadi sarana deteksi dini. Masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya sebelum penyakit berkembang lebih parah. (*)
















