INFOKINI.ID, GOWA– Sidang paripurna penetapan Hak Menyatakan Pendapat (HMP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa pada Rabu (12/8/2026) diwarnai momen meneduhkan di tengah panasnya dinamika politik daerah.
Usai mendengarkan pemaparan pendapat dari Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, legislator dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Asrul Makkaraus, mengambil kesempatan untuk menyampaikan pernyataan yang mencairkan suasana, termasuk permohonan maaf terbuka kepada sang bupati.
“Untuk ibu bupati, atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar fraksi PPP, kami menyampaikan bahwa jika selama ini pernah terbersit niat yang kurang baik, atau ucapan maupun perilaku kami yang kurang berkenan di hati ibu bupati, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Jika itu menyinggung perasaan ibu, adalah kekhilafan kami sebagai manusia biasa,” tutur Asrul di hadapan peserta sidang.
Meski proses politik Hak Menyatakan Pendapat terus bergulir di lembaga legislatif, Asrul menegaskan bahwa hubungan persahabatan dan kemitraan di luar urusan kedinasan tetap berjalan baik. Ia menilai Husniah Talenrang tetaplah sosok teman dan tempat berbagi gagasan untuk kemajuan daerah.
“Fraksi PPP menyatakan bahwa di luar semua proses politik yang dilakukan di DPRD Gowa ini, ibu Husniah Talenrang tetap sebagai teman dan sahabat kami dalam berbagi cerita dan diskusi tentang bagaimana memajukan daerah kita ke depan,” ucapnya.
“Biarlah semua proses ini kita serahkan kepada lembaga negara yang berwenang, yang akan menentukan apa yang terbaik untuk Kabupaten Gowa ke depan,” sambung Asrul.
Sebelumnya, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang dalam kesempatan yang sama menyampaikan pesan damai dan pentingnya menjaga kebersamaan di tengah perbedaan pandangan politik. Ia menekankan bahwa kehadirannya di ruang sidang paripurna merupakan wujud penghormatannya terhadap lembaga dewan, hukum, dan amanah rakyat.
“Kita ini adalah teman, kita adalah saudara, kita adalah mitra. Kita saling menjaga, saling menghormati, dan saling memanusiakan,” ungkap Husniah.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya sangat terbuka terhadap kritik dan pengawasan yang dijalankan oleh legislatif sebagai bagian dari pilar pemerintahan yang sehat.
“Saya hadir di ruangan yang terhormat ini bukan untuk menghindari pengawasan. Saya hadir karena saya menghormati lembaga ini, menghormati hukum, dan terutama karena kita semua menerima amanah dari rakyat Kabupaten Gowa. Dan saya sebagai bupati tidak pernah menempatkan diri di atas kritik, pengawasan, apalagi hukum,” pungkasnya.(*)
















