Bedah Nutrisi Ube Matcha Latte: Tren Minuman Hits Ungu-Hijau, Kaya Antioksidan Tapi Awas Gula Tersembunyi!

Minuman kekinian yang viral, Ube Matcha Latte. (Foto: ist)

INFOKINI.ID, MAKASSAR– Ube Matcha Latte sedang viral di kalangan Gen Z dan Milenial. Perpaduan warna ungu dari ube (ubi ungu) dan hijau dari matcha menjadikan Ube Matcha Latte sebagai minuman paling hits yang membanjiri media sosial. Tak hanya tampilannya yang memesona secara visual, kombinasi rasa gurih-manis ube berpadu dengan earthy dari matcha membuat Gen Z dan Milenial rela mengantre demi segelas minuman ini.

Namun, di balik penampilannya yang aesthetic dan kesan “sehat” karena bahan utamanya, bagaimana sebenarnya profil nutrisi minuman kekinian ini? Secara alami, baik ube maupun matcha menyimpan berbagai senyawa bioaktif dan zat gizi yang sangat menguntungkan bagi tubuh jika diolah secara tepat, yaitu:
Super Antioksidan (Antosianin dan Katekin): Warna ungu ube kaya akan antosianin dan senyawa fenolik yang menangkal radikal bebas. Sementara matcha mengandung epigallocatechin gallate (EGCG), polifenol kuat yang mendukung metabolisme dan kesehatan sel.
Serat dan Karbohidrat Kompleks: Ube menyumbang serat pangan yang baik untuk pencernaan serta memberikan efek kenyang lebih lama dibandingkan karbohidrat sederhana.
Fokus dan Energi Stabil: Kandungan L-theanine dan kafein alami pada matcha bekerja sinergis meningkatkan fokus tanpa memicu caffeine crash atau rasa gelisah berlebih.
Asupan Protein: Penambahan susu sapi atau plant-based milk menyumbang protein yang dibutuhkan untuk pemeliharaan jaringan otot.

PDAM

Waspadai Jebakan “Gula Tersembunyi”
Meski berdasar dari bahan-bahan bernutrisi, Ube Matcha Latte tidak otomatis menjadi minuman diet sehat. Poin kritis yang sering terabaikan terletak pada formulasi tambahan di gerai, yaitu penggunaan sirup/saus ube olahan yang tinggi gula ketimbang olahan ubi ungu asli, penambahan whipped cream, cheese foam, hingga boba dapat melonjakkan total kalori hingga dua kali lipat, dan semakin besar gelas, semakin tinggi porsi susu berpemanis dan sirup yang mengendap di dalamnya.

Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI membatasi asupan gula harian maksimal 50 gram (sekitar 4 sendok makan). Satu gelas minuman berpemanis dengan full sugar dan topping berlebih dapat langsung menghabiskan jatah batas gula harian Anda! Konsumsi berlebih secara rutin berisiko memicu obesitas, diabetes tipe 2, hingga penyakit kardiovaskular.

Namun, anda tidak perlu sepenuhnya menghindari tren minuman kekinian ini. Terapkan strategi smart-order berikut saat memesan di kedai favorit.  Minta less sugar atau no sugar, manfaatkan rasa manis alami dari ube dan kelembutan susu untuk mengurangi gula tambahan hingga 50–100%.  Pilih susu rendah lemak atau nabati, ganti susu full cream dengan skimmed milk, oat milk, atau almond milk untuk menekan kadar lemak jenuh. Hindari topping ekstra, lewati penambahan whipped cream atau foam berbahan dasar krimer nabati tinggi kalori. Pilih ukuran paling kecil (regular/small), langkah termudah untuk mengontrol porsi kalori dan asupan gula harian. Dan jadikan treat berkala, posisikan minuman manis sebagai reward sesekali, bukan sebagai pengganti konsumsi air putih atau hidangan harian utama.

Menikmati tren kuliner seperti Ube Matcha Latte adalah hal yang sah-sah saja dalam gaya hidup modern. Kunci utamanya terletak pada kesadaran porsi (mindful consumption). Dengan memilih formulasi yang lebih rendah gula, Anda tetap bisa menikmati kesegaran minuman kekinian tanpa mengorbankan kesehatan jangka panjang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *