AS Kontrol 1/5 Cadangan Minyak Venezuela: Trump Klaim Kendali, Caracas Tegaskan Kedaulatan

Presiden Delcy Rodriguez (Foto: ist/BBC World)

INFOKINI.ID, CARACAS– Ketegangan geopolitik dan konstelasi energi global kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara mengejutkan mengumumkan bahwa Washington resmi mengambil alih kendali atas seperlima cadangan minyak Venezuela yang sangat melimpah.

Menanggapi klaim sepihak tersebut, Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menegaskan bahwa kedaulatan negara atas sumber daya alamnya tetap utuh dan tidak terganggu.

PDAM

Dalam pidato resminya, Rodriguez mengonfirmasi adanya kesepakatan “bersejarah” jangka panjang selama 25 tahun dengan AS. Perjanjian ini mencakup pengelolaan 65 miliar barel minyak yang bertujuan untuk membangkitkan kembali industri energi Venezuela yang sempat lumpuh akibat sanksi ekonomi.

Isi Poin Penting Kesepakatan Energi AS–Venezuela:

  • Eksplorasi Skala Besar: Pengembangan 17 ladang minyak strategis dengan target produksi awal mencapai 1,5 juta barel per hari.

  • Perluasan Sektor Energi: Pembukaan 8 blok minyak baru untuk dieksplorasi oleh investor dan perusahaan asing, termasuk raksasa energi AS, Chevron.

  • Suntikan Dana Fantastis: Venezuela menerima $19 untuk setiap barel minyak yang diproduksi dan dijual ke AS, dengan potensi pendapatan negara hingga $209 miliar per tahun (tergantung fluktuasi harga minyak global).

  • Transfer Teknologi: Memanfaatkan modal, teknologi mutakhir, dan keahlian operasional dari AS untuk merehabilitasi infrastruktur minyak nasional yang sudah usang.

Pengumuman ini datang setelah serangkaian dinamika politik drastis di Caracas sejak Januari lalu, ketika pasukan khusus AS menangkap Presiden Nicolas Maduro dan mengalihkan kekuasaan kepemimpinan kepada Rodriguez.

Kendati berada di bawah tekanan kuat dari Washington, pemerintah Venezuela bergeming bahwa skema ini bukanlah penyerahan kedaulatan, melainkan langkah pragmatis untuk memulihkan perekonomian nasional.

Pemerintah Venezuela dijadwalkan akan menandatangani berkas formal hak eksplorasi dan produksi minyak baru tersebut bersama jajaran perusahaan asing pada pekan depan.(sdr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *