DAERAH  

Karaeng Kio Buka Suara Soal Gowa Darurat Sampah: Buang Ego, Duduk Bersama Cari Solusi!

INFOKINI.ID, GOWA– Penumpukan sampah secara masif mendadak mengepung sejumlah ruas jalan utama di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Kondisi yang kian memprihatinkan ini memicu aroma menyengat yang mengganggu kenyamanan warga sekaligus mengancam kesehatan publik hingga memantik respons tajam dari birokrat senior yang juga mantan Wakil Bupati Gowa dua periode, H. Abd Rauf Malaganni Karaeng Kio.

Melihat kondisi wilayah yang terancam berstatus darurat sampah, Tokoh Masyarakat Gowa ini menyoroti kelumpuhan pengangkutan sampah yang dipicu isu keterlambatan anggaran operasional dan kendala Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Menurutnya, fenomena kelumpuhan total hanya karena kendala pencairan dana sepekan merupakan hal yang sangat bisa diselesaikan dalam tata kelola pemerintahan.

PDAM

“Sejak dulu, proses pencairan anggaran baru memang kerap terealisasi di bulan April. Tapi tidak pernah sekalipun kebersihan daerah dikorbankan sampai separah ini. Baru satu minggu dana belum keluar, pengangkutan sampah sudah jalan di tempat. Ini bukan lagi soal teknis, tapi soal kepemimpinan dan komitmen terhadap rakyat dan mengutamakan kepentingan rakyat termasuk dalam pelayanan public. Masalah ini hanya perlu duduk bersama untuk cari solusi,” tegas Karaeng Kio dingin.

Menawarkan Solusi Taktis dan Musyawarah

Mengingat pentingnya hak masyarakat atas lingkungan yang sehat, Karaeng Kio mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa untuk berpikir dingin dan segera mengambil langkah konkret tanpa terjebak retorika atau sikap saling menyalahkan. Ia menawarkan dua jalan keluar taktis untuk mengurai kebuntuan, yaitu:

1. Eksekusi Dana Talangan Solar. Pemerintah Kabupaten Gowa, maupun pejabat lain berwenang, didorong segera mengambil diskresi menyiapkan dana talangan untuk operasional BBM armada sampah agar pengangkutan kembali berjalan.

2. Musyawarah Tanpa Sekat dsribseluruh pihak terkait. Pemkab Gowa dan Pemilik lahan TPA harus berkomunikasi dan diskusi secara transparan. Ketersediaan BBM armada dan kepastian akses TPA merupakan dua variabel yang wajib diselesaikan secara simultan.

Sebagai bentuk kepedulian mendalam terhadap daerah, Karaeng Kio menyatakan dibutuhkan kebesaran hari untuk duduk bersama mencari solusi, termasuk untuk memfasilitasi dan mengizinkan akses pembuangan sampah ke TPA sembari Pemda menyelesaikan skema permanen.

“Pemerintah yang mengutamakan rakyat itu bukan lagi rahasia atau sebatas slogan saja. Perlu pembuktian di lapangan. Buang ego, segera duduk bersama untuk mencari jalan keluar terbaik. Masalah sampah ini harus segera diselesaikan karena semakin lama akan semakin menumpuk dan menjadi sumber penyakit. Jangan biarkan Gowa dipenuhi sampah yang berbau busuk dan menjadi sumber penyakit hanya karena buntunya komunikasi,” pungkasnya.

Akar Masalah: Tagihan SPBU dan Akses TPA

Sementara itu, berdasarkan penuturan Kabid Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gowa, Andi Abdul Kadir, seluruh armada pengangkut sampah terpaksa berhenti beroperasi karena dua faktor Utama, penghentian dispensasi BBM oleh pihak SPBU akibat akumulasi tagihan yang belum terbayar, serta penutupan akses menuju TPA Cadika di Pabentengan oleh pihak yang mengklaim kepemilikan lahan.

Kondisi tersebut mengakibatkan lebih dari 100 ton sampah terlantar dan berserakan di badan jalan di berbagai titik vital, mulai dari Jalan Masjid Raya, Jalan Basso Dg Bunga, Jalan Inspeksi Kanal, Jalan Andi Tonro, hingga area belakang RSUD Syekh Yusuf di Jalan Matahari.

Persoalan ini turut mendapat atensi dari DPRD Gowa. Wakil Ketua I DPRD Gowa, Hasrul Abdul Rajab, mengarahkan perhatian pada lemahnya tata kelola pemerintahan daerah yang berdampak langsung pada pelayanan publik dan berkomitmen mengundang DLH, BPKD, vendor BBM, serta pemilik lahan TPA untuk menuntaskan krisis ini secara menyeluruh.(*)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *