INFOKINI.ID, JAKARTA– Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan kewenangan pemeriksaan dan audit khusus terhadap proses pengembalian kelebihan pembayaran pajak atau restitusi yang diatur dalam Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (UU APBN) 2027.
Sesuai ketentuan Pasal 37 UU APBN 2027, Menteri Keuangan berwenang melakukan pemeriksaan dan/atau audit penerimaan negara guna mengoptimalisasi pendapatan negara. Kewenangan ini mencakup pelaksanaan audit khusus dalam rangka permohonan restitusi pajak.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari manajemen tata kelola restitusi oleh Kemenkeu dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) agar seluruh proses berjalan transparan dan sesuai regulasi.
Kendati memperketat pengawasan, Suahasil memastikan pemerintah tetap menghormati penuh hak-hak Wajib Pajak yang mengajukan restitusi.
“Karena itu saya ingin menegaskan di sini, saya tegaskan terakhir juga ketika kita melakukan press conference APBN Kita, pemerintah akan menghormati seluruh hak wajib pajak yang mengajukan restitusi,” tegas Suahasil di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Meski demikian, Suahasil menambahkan bahwa pemerintah wajib memastikan tingkat kepatuhan Wajib Pajak secara menyeluruh sebelum pengembalian kelebihan pajak dicairkan.
“Namun pada saat yang bersamaan kita juga ingin memastikan kepatuhannya mengenai faktur, kepatuhannya mengenai transaksi, kepatuhannya mengenai hubungan antar wajib pajak yang harus di-establish dalam rangka mendapatkan restitusi tersebut,” ujarnya.
Di sisi lain, Kemenkeu juga mempertimbangkan dinamika ekonomi nasional dalam pengelolaan restitusi. Sektor-sektor strategis seperti industri berorientasi ekspor dan industri padat karya akan terus mendapatkan perhatian serta dorongan agar tetap produktif.
“Tentu kami sangat melihat sekali kondisi ekonomi yang ada dan saya merasa bahwa industri kita sebagai salah satu komponen yang kita ingin dorong untuk menjalankan ekspor ini sangat penting untuk kita bantu, industri padat karya juga sangat penting untuk kita bantu, karena tadi dia konsisten dengan menciptakan lapangan kerja dan mendorong ekspor,” pungkas Suahasil.(*)
















