Desak Pemetaan Komprehensif, Komisi VI DPR Minta Penempatan 28.000 Manajer Koperasi Desa Merah Putih Tepat Sasaran

INFOKINI.ID, JAKARTA– Anggota Komisi VI DPR RI, Rahmat Saleh, mendesak pemerintah untuk segera melakukan pemetaan secara komprehensif terkait penempatan sekitar 28.000 manajer Koperasi Desa Merah Putih. Langkah ini dinilai krusial agar para manajer dapat menjalankan tugasnya secara optimal sesuai dengan karakteristik wilayah dan kultur masyarakat setempat.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul rampungnya tahap pembekalan dan pelatihan bagi sekitar 30.000 calon manajer. Dari total peserta tersebut, sekitar 28.000 orang diproyeksikan siap ditempatkan, di tengah adanya laporan sejumlah calon yang memilih mengundurkan diri.

PDAM

Rahmat menekankan pentingnya kolaborasi antara Kementerian Koperasi dan Kementerian Pertahanan dalam merumuskan pemetaan penempatan yang tepat sasaran, dengan memperhatikan sejumlah aspek esensial berikut:

  • Kedekatan Geografis: Mempertimbangkan jarak dan lokasi tempat tinggal asal calon manajer dengan wilayah penugasannya agar efisiensi kerja tetap terjaga.

  • Faktor Gender: Penyesuaian penempatan bagi manajer perempuan, khususnya di daerah terpencil atau pelosok dengan tantangan mobilitas tinggi, guna menghindari risiko kendala operasional di lapangan.

  • Kesesuaian Adat dan Budaya: Memprioritaskan manajer yang memahami kultur serta adat istiadat setempat agar proses adaptasi dan komunikasi dengan masyarakat bisa berjalan lebih lancar.

Menurut legislator dari Dapil Sumatra Barat I ini, perbedaan kultur dan kondisi geografis yang ekstrem dapat memperpanjang masa adaptasi manajer apabila penempatan dilakukan secara sembarangan. Oleh karena itu, efektivitas penggunaan anggaran negara untuk proses seleksi dan pembinaan harus dibarengi dengan strategi penempatan yang matang.

“Jangan sampai anggaran yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah untuk melakukan seleksi pembinaan manajer Koperasi Desa Merah Putih ini malah terkendala nanti karena banyak yang mengundurkan diri atau tidak bekerja maksimal. Itu harus kita perhatikan,” tegas Rahmat, Selasa (6/10/2026).(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *