INFOKINI.ID, GOWA– Komitmen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dalam mengawal keberhasilan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 di wilayah Kodim 1409/Gowa tidak sebatas pada penuntasan target fisik. Memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan transparan, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi masyarakat, Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) Penanggung Jawab Operasional (PJO) TMMD Mabesad turun langsung melakukan peninjauan dan evaluasi ketat di lapangan, Kamis (29/10/2026).
Langkah pengawasan komprehensif ini dilakukan menjelang berakhirnya pelaksanaan TMMD Ke-130 yang dijadwalkan resmi ditutup pada 11 November 2026 mendatang. Tim Wasev dipimpin langsung oleh Pamen Denma Mabesad, Kolonel Inf Andi Triasmoro, didampingi Kaur Kum Bidang Kermater Sterad, Kapten Inf Teddy Sofian. Rombongan penilai dari pusat tersebut diterima secara resmi oleh Dandim 1409/Gowa Letkol Arm Sapari selaku Dansatgas TMMD Ke-130 di Makodim 1409/Gowa, Jalan Sultan Hasanuddin, Somba Opu, pada pukul 07.30 WITA.
Pengawasan Lintas Sektor di Seluruh Lini
Kunjungan kerja pengawasan ini menjadi momentum penting yang mempertemukan seluruh elemen pemangku kepentingan. Kehadiran lintas sektor terlihat dari hadirnya Sekda Kabupaten Gowa H. Andy Azis, Pabanda Bakti Sterdam Kodam XIV/Hasanuddin Mayor Inf Azis, Pasiter Wanwil Korem 141/Toddopuli Mayor Inf Syamsir, Kabag Ops Polresta Gowa Kompol Darwis, Camat Bontonompo H. Syahrir Salam, serta Kepala Desa Kalebarembeng Usman Sarrang.
Usai penerimaan di Makodim, Tim Wasev bergerak menuju Posko TMMD di Desa Kalebarembeng, Kecamatan Bontonompo. Tiba di lokasi pukul 09.25 WITA, tim langsung menggelar pemeriksaan menyeluruh yang mencakup dua aspek Utama, yaitu keabsahan tertib administrasi serta kesesuaian fisik pengerjaan di lapangan.

Dalam arahannya, Ketua Tim Wasev Mabesad Kolonel Inf Andi Triasmoro menegaskan bahwa kehadiran tim evaluasi bukan sekadar agenda formalitas, melainkan mekanisme kontrol internal untuk memastikan kesesuaian antara perencanaan awal, alokasi anggaran, dan kondisi faktual di lapangan.
“Kehadiran kami untuk melihat langsung pelaksanaan program secara utuh—mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pencapaian sasaran fisik dan nonfisik, hingga efisiensi penggunaan anggaran. Kita ingin memastikan bahwa kehadiran TNI benar-benar dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan oleh masyarakat, tidak hanya saat kegiatan berlangsung tetapi juga setelah seluruh program selesai,” tegas Kolonel Inf Andi Triasmoro.
Ia juga menekankan agar Dansatgas dan seluruh personel memperhatikan detail kualitas pengerjaan material fisik, kerapian dokumentasi administrasi, serta optimalisasi penyuluhan nonfisik agar seluruh output kegiatan memenuhi standar yang ditetapkan Mabesad.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Swadaya Masyarakat
Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, H. Andy Azis, mengapresiasi tingginya intensitas pengawasan dan keterlibatan TNI AD dalam menstimulasi pembangunan kawasan pedesaan di Kabupaten Gowa. Menurutnya, TMMD hadir sebagai solusi atas keterbatasan jangkauan pembangunan daerah melalui intervensi langsung TNI.
“Tidak semua kecamatan mendapatkan kesempatan program TMMD. Oleh karena itu, kolaborasi ini sangat berharga. Apa yang belum terjangkau oleh anggaran pemerintah kabupaten, kecamatan, maupun desa, diintervensi langsung oleh TNI melalui Kodim 1409/Gowa,” ujar Andy Azis.

Andy Azis memaparkan bukti nyata efektivitas dan transparansi program ini yang mampu menggerakkan nilai partisipasi swadaya warga. Sebagai contoh, pengerjaan pembukaan jalan tani oleh Satgas sepanjang 10 meter berhasil menstimulasi pemerintah kecamatan, desa, dan warga untuk secara bergotong-royong melanjutkannya hingga mencapai panjang total 15 meter.
Rincian Capaian Target Menjelang Penutupan TMMD ke-130
Dandim 1409/Gowa Letkol Arm Sapari,memaparkan secara rinci bahwa Satgas TMMD Ke-130 melibatkan total 150 personel gabungan yang terdiri dari 23 personel Kelompok Komando Satgas, 115 personel Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari unsur TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Polresta Gowa, serta 12 personel Tim Asistensi Teknis. Dalam progres target fisik utamanya, Satgas mengerjakan pengerasan jalan tani sepanjang 2.300 meter dengan lebar 4 meter di Dusun Bontomanai, Desa Kalebarembeng, yang didukung alat berat seperti excavator, grader, dan bomag, serta pembangunan talud penahan jalan sepanjang 1.750 meter dan pembuatan 2 unit plat decker.
Selain sasaran fisik, program juga mencakup sasaran nonfisik dan program unggulan KASAD, meliputi penyuluhan hukum, kesehatan, dan tanaman pangan, pembangunan 6 titik sumur bor untuk program TNI AD Manunggal Air, pengolahan lahan ketahanan pangan, penanaman 1.500 bibit pohon keras dan buah, serta bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan penyaluran 100 paket sembako bagi keluarga berisiko stunting. Seluruh rangkaian pemeriksaan administrasi dan peninjauan langsung kondisi fisik bangunan oleh Tim Wasev Mabesad berakhir pada pukul 12.10 WITA. Kunjungan ini memastikan seluruh infrastruktur siap diserahterimakan dengan mutu terbaik demi kesejahteraan masyarakat Desa Kalebarembeng menjelang batas akhir 11 November 2026.(*)
















