Taufik Surullah Reses di Somba Opu, Warga Curhat Soal Pertanian, UMKM hingga Sampah

INFOKINI.ID, GOWA – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gowa, Taufik Surullah, melaksanakan reses pertama masa sidang kedua tahun 2026 di tiga kelurahan di Kecamatan Somba Opu, yakni Romang Polong, Paccinongan, dan Bonto-Bontoa.

Kegiatan reses tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari Ketua RW dan RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, hingga tokoh pendidik.

Masyarakat pun memanfaatkan reses itu untuk menyampaikan berbagai aspirasinya. Mereka “curhat” berbagai persoalan.

Beberapa isu utama yang mengemuka antara lain terkait kartu jaminan kesehatan, bantuan sosial, sektor pertanian seperti bantuan pertanian, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga persoalan penanganan sampah.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Taufik Surullah menyampaikan bahwa pada prinsipnya seluruh masukan masyarakat akan diteruskan kepada pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

“Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami tampung dan teruskan kepada pemerintah daerah agar dapat menjadi perhatian dan ditindaklanjuti,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pada tahun anggaran 2026, terdapat empat kegiatan fisik yang akan direalisasikan di wilayah tersebut. Selain itu, akan disalurkan bantuan alat pertanian serta benih dan bibit kepada sejumlah kelompok tani di Kecamatan Somba Opu.

“Alhamdulillah, tahun ini ada beberapa program fisik yang akan kita jalankan, termasuk bantuan alat pertanian dan benih bagi kelompok tani. Ini bagian dari upaya kita mendorong peningkatan sektor pertanian,” ujarnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya yang menjadi skala prioritas.

Ia menilai bahwa peningkatan infrastruktur jalan serta pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan mendasar yang harus segera ditangani, termasuk persoalan data desil dan kartu KIS yang tidak aktif.

“Kita akan prioritaskan aspirasi yang paling mendasar, seperti perbaikan jalan dan pelayanan kesehatan. Termasuk masalah kartu KIS yang tidak aktif, ini akan kita dorong agar segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Melalui kegiatan reses ini, diharapkan seluruh aspirasi masyarakat dapat dihimpun dan diperjuangkan dalam kebijakan serta program pembangunan daerah ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *