Kawasan Museum Balla Lompoa Dimanfaatkan Jadi Ruang Belajar Mahasiswa

Puluhan mahasiswa dari HMJ Statistik FMIPA UNM memanfaatkan Kawasan Museum Balla Lompoa, tepatnya di Gedung Kaca, Istana Tamalate Balla Lompoa, sebagai ruang belajar, Sabtu (11/4/2026). (Foto: IST)

INFOKINI.ID, GOWA – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Statistik Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang mengikuti program Statistic Club (SC), memanfaatkan Kawasan Museum Balla Lompoa sebagai ruang belajar, Sabtu (11/4/2026).

Puluhan mahasiswa dari HMJ Statistik FMIPA UNM tersebut belajar topik manajemen waktu di Gedung Kaca, Istana Tamalate Balla Lompoa.

Ketua HMJ Statistik FMIPA UNM, Zaldy, mengatakan bahwa pemilihan lokasi di Kawasan Balla Lompoa sangat relevan dalam implementasi program SC ini. Pasalnya, pertemuan rutin yang digagas HMJ Statistik FMIPA Bidang 1 Kemahasiswaan (kaderisasi) tidak hanya berfokus pada pemberian materi, tetapi juga dikombinasikan dengan kunjungan ke lokasi wisata di Sulawesi Selatan, khususnya yang berada di sekitar Makassar.

Olehnya itu, setelah sesi kajian, peserta kemudian diajak mengeksplorasi lingkungan sekitar guna mengenal nilai sejarah serta potensi wisata lokal.

“Kawasan Balla Lompoa ini sangat representatif kita jadikan lokasi kajian kali ini. Karena setelah kita melaksanakan kelas SC ini, teman-teman juga bisa berkunjung ke museum-nya dan melihat koleksi-koleksi sejarah di Kabupaten Gowa,” kata Zaldy.

Ia menjelaskan, program Statistic Club ini merupakan bentuk kajian yang ditujukan untuk memperkuat kapasitas kader, khususnya dalam menghadapi tantangan organisasi dan akademik.

Menurut Zaldy, lingkungan yang asri dan nyaman di Kawasan Museum Balla Lompoa ini menjadi salah satu alasan pemilihan tempat, karena dinilai mendukung proses belajar yang lebih efektif dan menyenangkan.

Dari sisi pelaksanaan, dirinya mengaku bahwa komunikasi dengan pihak pengelola berjalan dengan baik.

“Ini memang kegiatan kami yang kedua kalinya di Balla Lompoa ini, pemerintah daerah lewat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gowa selalu memberikan dukungan penuh jika kami ingin membuat kegiatan-kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat memiliki bekal manajemen waktu yang baik sebagai persiapan menghadapi kesibukan di masa depan, sekaligus menjadi generasi penerus organisasi yang lebih siap dan berkualitas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *