Tanah Longsor di Mamasa, 7 Rumah Rusak, Sejumlah Warga Mengungsi

Bencana tanah longsor terjadi di Dusun Kanang, Desa Hahangan, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Kamis 14 Mei 2026.

INFOKINI.ID, MAMASA – Bencana tanah longsor terjadi di Dusun Kanang, Desa Hahangan, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Kamis 14 Mei 2026.

Peristiwa tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah itu selama satu hari satu malam sehingga menyebabkan pergerakan tanah di belakang permukiman warga.

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Barat telah menerima laporan kejadian bencana tanah longsor tersebut.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menyampaikan bahwa penanganan awal telah dilakukan sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dengan mengutamakan keselamatan masyarakat terdampak serta percepatan asesmen lapangan.

Tanah longsor terjadi pada Kamis 14 Mei 2026 sekitar pukul 17.30 WITA.

Berdasarkan laporan yang diterima Pusdalops BPBD Sulbar pada pukul 19.30 WITA, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan longsoran tanah di belakang rumah warga.

Kondisi tanah yang masih terus bergerak membuat masyarakat bersama aparat setempat melakukan pembongkaran rumah yang berada di area rawan guna menghindari risiko yang lebih besar.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 7 Kepala Keluarga (KK) atau 23 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut, terdapat 3 KK dengan total 7 jiwa yang sementara mengungsi di rumah keluarga terdekat.

Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini.

Data sementara mencatat sebanyak 3 unit rumah mengalami rusak berat, 2 unit rusak sedang, dan 2 unit rusak ringan, sehingga total terdapat 7 unit rumah terdampak akibat longsor tersebut.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak, kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan antara lain tenda gulung, kasur, makanan siap saji, sandang, serta peralatan dapur.

BPBD Kabupaten Mamasa bersama unsur terkait telah melakukan asesmen di lokasi kejadian. Penanganan awal juga melibatkan Tagana Dinsos Kabupaten Mamasa, TKSK, aparat Desa Hahangan Kabupaten Mamasa. Sebanyak 3 personel diturunkan untuk melakukan pendataan dan pemantauan kondisi di lapangan.

Kalaksa BPBD Sulbar mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan longsor, agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan di beberapa wilayah Sulawesi Barat masih cukup tinggi dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *