INFOKINI.ID, MAKASSAR– Lini pertahanan dan keamanan domestik Indonesia resmi mendapat suntikan kekuatan baru. Sebanyak 945 orang bintara remaja Polri dengan kualifikasi kemampuan Brimob resmi dilantik dalam Upacara Penutupan, Pelantikan, dan Pengambilan Sumpah Gelombang I Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Upacara SPN Polda Sulsel, Kamis (4/6/2026).
Upacara sakral ini dipimpin langsung Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda serta Pejabat Utama Polda Sulsel.
Bukan sekadar seremonial kelulusan, pelantikan ini menjadi simbol kesiapan Polri dalam merespons tantangan keamanan yang kian kompleks di berbagai wilayah Indonesia.
Para bintara yang menyandang pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) ini bukan hanya berasal dari tanah Sulawesi, melainkan hasil gemblengan ketat dari 15 pengiriman Polda di seluruh Indonesia, mulai dari Sumatra, Sulawesi, hingga tanah Papua. Kehadiran mereka diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan personel lapangan yang tak hanya taktis, tetapi juga humanis.
“Mulai hari ini, tugas, kewajiban, dan tanggung jawab besar telah melekat di pundak saudara. Laksanakan tugas mulia ini dengan tulus, ikhlas, dan jaga kepercayaan masyarakat,” tegas Irjen Pol Djuhandhani saat membacakan amanat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri.
Secara nasional, Program Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang I TA 2026 ini berhasil mencetak total 2.909 personel baru yang disebar di tiga Pusat Pendidikan (SPN) utama, dengan rincian, SPN Polda Metro Jaya mencetak 993 orang, SPN Polda Jawa Timur meluluskan 971 orang, dan SPN Polda Sulawesi Selatan dengan jumlah 945 orang.
Dengan kemampuan spesifik Brimob yang mereka miliki, ribuan bintara remaja ini diplot untuk memperkuat pelaksanaan tugas taktis di lapangan, terutama dalam memelihara kamtibmas, penegakan hukum yang berkeadilan, serta memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.
Kapolda Sulsel juga mewanti-wanti para lulusan baru untuk menjadikan nilai-nilai Tribrata, Catur Prasetya, dan semangat Rastra Sewakottama sebagai kompas moral dalam bertugas. “Hindari segala perbuatan yang dapat mencederai institusi,” cetusnya mengakhiri amanat.(*)















