Gempur Piutang Rp5 Miliar, Strategi Penagihan Humanis Tirta Jeneberang Gowa Berhasil Amankan Rp1 Miliar Sebulan

oplus_1058

INFOKINI.ID, GOWA– Langkah berani dan taktis diambil oleh Perumda Air Minum Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa dalam mengatasi persoalan piutang. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 65 karyawan diterjunkan langsung ke lapangan untuk menyisir tunggakan pelanggan yang tersebar di seluruh penjuru Kabupaten Gowa.

Hasilnya luar biasa. Hanya dalam kurun waktu satu bulan sejak gerakan ini dimulai pada 10 Juni hingga 10 Juli 202, tim khusus ini berhasil mengamankan kembali dana tunggakan sebesar Rp1 miliar lebih dari total piutang yang mencapai Rp5 miliar lebih.

PDAM

“Zero Tunggakan” di Akhir Tahun 2026

Pengerahan puluhan tenaga lapangan ini merupakan bagian dari program akselerasi penagihan yang ditargetkan berlangsung selama enam bulan hingga akhir tahun 2026. Dominasi tunggakan terbesar diketahui berasal dari sektor Sambungan Rumah Tangga (SR).

Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jeneberang Gowa, Irianto Razak, mengungkapkan rasa optimisnya melihat progres kilat di bulan pertama ini. Wilayah Kecamatan Pattalassang dan Barombong tercatat sebagai wilayah dengan kontribusi tunggakan terbesar sejauh ini.

“Dalam kurun waktu sebulan, penagihan dengan puluhan tenaga lapangan yang dikerahkan telah berhasil menagih tunggakan sebesar Rp1 miliar lebih. Jika tren positif ini terus terjaga, bukan tidak mungkin di akhir tahun 2026 nanti kita akan berada pada posisi zero tunggakan,” ujar Irianto Razak saat memberikan keterangan, Kamis (16/7/2026).

Rumah Pejabat yang Menunggak Turut Disasar

Aksi bersih-bersih piutang ini rupanya tidak tebang pilih. Irianto membeberkan fakta, bahwa di antara daftar pelanggan yang menunggak, terdapat nama sejumlah pejabat publik. Masa tunggakannya pun terbilang fantastis, bahkan ada yang mencapai hingga 8 bulan lamanya.

Untuk menjaga efektivitas pergerakan, tim fokus menyasar pelanggan dengan masa tunggakan tiga bulan ke atas. Tindakan tegas berupa pencabutan meteran air pun terpaksa dilakukan bagi pelanggan yang membandel.

“Tunggakan ini kita lakukan penagihan mulai dari 3 bulan ke atas karena jumlahnya memang sangat banyak. Bahkan, ada beberapa yang terpaksa kami cabut meteran airnya sehingga pelayanan otomatis terhenti. Namun, sudah ada juga yang kooperatif dan mengajukan pemasangan kembali,” jelas Irianto tegas.

Pendekatan Humanis dan Sistem Reward Punishment

Meskipun bertindak tegas, Perumda Tirta Jeneberang tetap mengedepankan etika pelayanan prima. Irianto menekankan bahwa seluruh petugas di lapangan wajib membekali diri dengan sikap sopan, persuasif, dan humanis saat berhadapan dengan pelanggan. Sisi humanis ini dinilai menjadi cerminan wajah pelayanan Perumda Gowa yang profesional.

Selain itu, demi menjaga moral dan motivasi 65 karyawan yang berjuang di garda terdepan, manajemen telah menyiapkan skema apresiasi khusus.
“Kami memberikan reward kepada tim penagihan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja maksimal mereka di lapangan. Sebaliknya, sanksi tegas juga sudah menanti bagi siapa saja yang berani bermain-main dengan amanah ini,” pungkasnya.

Dengan sisa waktu lima bulan ke depan, gebrakan taktis dari Perumda Tirta Jeneberang Gowa ini diproyeksikan tidak hanya akan menyehatkan arus kas perusahaan, tetapi juga meningkatkan kedisiplinan pelanggan demi keberlanjutan layanan air bersih yang lebih prima di Kabupaten Gowa.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *