Penjaringan Balon Ketua Golkar Sulsel Mulai 13 Juli, Pengamat: Musda Bukan Sekadar Pergantian Kepemimpinan

Ilustrasi: Bendera Partai Golkar. (int)

INFOKINI.ID, MAKASSAR – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan segera digelar. Rencana musda akan dilaksanakan di Hotel Claro Makassar pada 18 Juli 2026 dan dibuka langsung oleh Ketua Umum Bahlil Lahadalia.

Salah satu agenda penting dalam musda itu adalah pemilihan Ketua DPD I Golkar Sulsel.

PDAM

Musda Golkar akan didahului dengan tahapan penjaringan bakal calon (balon) ketua Golkar Sulsel periode 2026-2031.

“Sabtu 18 Juli 2026, Musda XI Partai Golkar Sulsel dimulai dan sedianya akan dibuka oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar,” kata Koordinator SC Musda Golkar Sulsel Armin Mustamin Toputiri dalam keterangannya.

Untuk tahapan penjaringan bakal calon ketua DPD I Golkar Sulsel akan dimulai pada 13 Juli. Pengambilan berkas pendaftaran bakal calon Ketua DPD Golkar Sulsel dibuka selama dua hari.

“Pihak yang berminat mengikuti kontestasi pemilihan Ketua Partai Golkar Sulsel dapat mengambil berkas penjaringan sebagai bakal calon (balon) pada tanggal 13-14 Juli 2026,” ujarnya.

Sementara pengembalian berkas dijadwalkan berlangsung selama tiga hari yakini 15-17 Juli 2026. Pengambilan dan pengembalian berkas dapat dilakukan langsung oleh bakal calon maupun diwakili tim atau liaison officer (LO) dengan membawa surat kuasa bermaterai.

“Bagi pihak yang melibatkan tim dan pendukung dalam proses pengambilan atau pengembalian berkas pencalonan, karena daya tampung ruangan, kami memberi kesempatan hanya 35 orang bagi masing-masing pihak dengan menunjukkan Id-Card yang telah kami siapkan,” jelas Armin.

Menurutnya, seluruh proses pengambilan maupun pengembalian berkas dipusatkan di Kantor DPD Partai Golkar Sulsel, Jalan Amanagappa Nomor 2, Makassar.

Sedangkan untuk seluruh persyaratan pencalonan telah disusun mengacu pada Juklak Nomor 02 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Musda Partai Golkar yang diterbitkan DPP Partai Golkar.

“Bakal calon yang masih memiliki kekurangan dokumen diberikan kesempatan melengkapinya hingga penutupan masa penjaringan pada 17 Juli 2026 pukul 17.00 Wita,” tutur Armin.

Hingga kini, ada dua kandidat yang akan maju sebagai calon ketua DPD I Golkar Sulsel. Mereka adalah mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dan Wali Kota Makassar sekaligus Ketua DPD II Golkar Makassar Munafri Arifuddin (Appi).

Bukan Sekadar Pergantian Kepemimpinan

Sementara itu, pengamat politik yang juga Direktur Nurani Strategic Nurmal Idrus menilai Musda Golkar Sulsel bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, tapi juga akan menjadi penentu arah konsolidasi politik Golkar Sulsel menuju Pemilu 2029.

Menurutnya, ketua DPD I Golkar Sulsel yang terpilih nantinya akan memegang peran strategis dalam menentukan arah organisasi dan strategi politik partai selama tiga tahun ke depan.

“Musda Golkar Sulsel bukan sekadar memilih Ketua DPD I, tetapi menentukan arah konsolidasi politik Golkar menuju Pemilu 2029. Ketua terpilih akan menjadi pusat pengambilan keputusan dalam penataan organisasi, rekrutmen kader, hingga strategi menghadapi Pilkada dan Pemilu,” kata Nurmal, Kamis (9/7/2026).

Nurmal menjelaskan, posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu basis elektoral utama Golkar membuat hasil Musda akan berpengaruh terhadap konfigurasi politik daerah, termasuk pola komunikasi antarpartai dan munculnya figur-figur baru menjelang Pemilu 2029.

“Siapa pun yang memimpin Golkar Sulsel akan memiliki pengaruh terhadap konfigurasi koalisi, komunikasi antarpartai, bahkan munculnya tokoh-tokoh baru yang diproyeksikan bertarung pada kontestasi 2029,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan pekerjaan rumah bagi ketua terpilih nantinya tidaklah mudah pascapemilihan. Menurutnya, tugas pertama ketua baru adalah menyatukan seluruh kekuatan internal setelah kompetisi Musda.

“Dalam setiap kontestasi organisasi selalu ada perbedaan pilihan. Ketua baru harus memastikan tidak ada kubu yang merasa ditinggalkan sehingga energi partai kembali diarahkan pada kerja politik,” jelasnya.

Ditambahkannya, selain menjaga soliditas internal, ketua baru juga dituntut mempertahankan posisi Golkar sebagai salah satu kekuatan politik utama di Sulawesi Selatan di tengah persaingan antarpartai yang semakin ketat.

“Tantangan berikutnya adalah mempertahankan dominasi Golkar di Sulsel. Partai-partai lain kini memiliki figur kuat dan mesin politik yang semakin solid. Golkar tidak bisa hanya mengandalkan sejarah sebagai partai besar,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan untuk menjawab perubahan demografi pemilih.

“Golkar membutuhkan kombinasi kader senior yang berpengalaman dan kader muda yang mampu menjangkau pemilih milenial serta Gen Z yang akan semakin dominan pada Pemilu 2029,” tuturnya.

Nurmal menyarankan, untuk menjaga daya saing partai, kepengurusan baru segera memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan, membangun sistem kaderisasi yang lebih terukur, serta membuka ruang bagi tokoh-tokoh potensial untuk bergabung dengan Golkar.

“Mesin partai harus aktif jauh sebelum memasuki tahun politik. Rekrutmen politik yang inklusif akan memperluas basis dukungan partai,” katanya.

Ia menambahkan, indikator keberhasilan ketua baru bukan hanya memenangkan Musda, tetapi juga mampu membangun konsolidasi pasca-kontestasi dan menyiapkan strategi elektoral yang adaptif menghadapi Pemilu 2029.

“Musda ini merupakan titik awal penyusunan peta jalan Golkar menuju 2029. Keputusan yang diambil setelah Musda akan menentukan daya saing Golkar dalam lima tahun ke depan. Jika konsolidasi berjalan baik dan strategi elektoral disiapkan sejak dini, Golkar berpeluang tetap menjadi salah satu kekuatan politik utama di Sulawesi Selatan,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *