INFOKINI.ID, GOWA– Komitmen menjaga kepuasan pelanggan terus dibuktikan Perumda Air Minum Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa. Melalui agenda rutin normalisasi air dan pembersihan ekstraksi sedimen di area intake, BUMD milik Pemkab Gowa ini memastikan kualitas produksi dan stabilitas debit air bersih tetap terjaga optimal. Selain itu upaya ini dilakukan untuk memastikan pasokan air baku ke instalasi pengolahan tetap optimal serta menjaga kualitas air bersih yang didistribusikan ke rumah-rumah pelanggan.Seperti yang dilakukan di Instalasi Kota Kecamatan (IKK) Barombong.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa, Irianto Razak, meninjau langsung proses normalisasi air dan ekstraksi sedimen di IKK Barombong tersebut, Selasa (4/8/2026).
Normalisasi air dilakukan sebagai upaya mengembalikan kapasitas, debit, dan alur aliran air di titik pengambilan (intake) atau saluran air, agar kembali sesuai dengan standar teknis awal yang direncanakan. Hal ini dilakukan mengingat seiring waktu, alur air baku (sungai/danau) bisa mengalami penyempitan, pendangkalan, atau penyumbatan oleh sampah dan lumpur. Dengan dilakukannya normalisasi, maka volume (debit) air baku yang masuk ke mesin pompa dan instalasi pengolahan selalu cukup, stabil, dan lancar tanpa hambatan teknis.
Selain normalisasi, ekstraksi sedimen juga dilakukan untuk mengangkat atau mengeluarkan sedimen berupa endapan material padat (seperti lumpur, pasir, kerikil, dan tanah) yang terbawa oleh arus air dan mengendap di dasar. Ekstraksi sedimen dilakukan melalui proses pengerukan dan pengangkatan endapan lumpur serta material padat yang menumpuk di dasar bangunan intake (penampungan air baku) atau bak pengendapan. Sedimen yang menumpuk akan mengurangi daya tampung dan menyebabkan pendangkalan penampungan. Tak hanya itu, sedimen yang tebal bisa terhisap masuk dan merusak baling-baling mesin pompa, sehingga menyebabkan air baku menjadi sangat keruh (high turbidity) dan membutuhkan banyak bahan kimia serta waktu lebih lama untuk menjernihkannya.

“Lumpur dan sedimen yang mengendap di intake sangat mempengaruhi debit air baku yang masuk ke instalasi pengolahan. Jika dibiarkan, kapasitas produksi akan menurun dan kualitas air bisa terganggu. Oleh karena itu, kita lakukan pembersihan dan ekstraksi sedimen. Sedimen setiap saat pasti ada, karena air yang dari hulu membawa sedimen berupa lumpur. Sehingga memang diagendakan setiap bulan di dilakukan penyelaman, khsusnya di intake. Hari ini kita gunakan alat berat, karena endapannya sudah cukup tebal dan untuk pengangkatan secara manual agak susah serta butuh waktu berhari-hari. Ekstraksi ini menjadi upaya kita merawat dan menjaga instalasi, karena jika ada kendala yang bisa mengganggu jalannya proses pengolahan atau produksi maka menimbulkan kejadian luar biasa. Karena setelah bermasalah, untuk bisa kembali normal butuh waktu berhari-hari untuk pengisian. Itu tentu akan berpengaruh pada pelayanan air bersih yang kita lakukan,” jabar Irianto, yang juga Ketua FKPPI Gowa ini.
Ditambahkannya, tujuan utama dari pengerjaan ini meliputi tiga hal penting, yaitu memaksimalkan debit air baku melalui menghilangkan sumbatan sedimen agar volume air yang masuk ke unit pengolahan kembali normal dan stabil, menjaga kualitas air bersih dengan meminimalkan kadar kekeruhan awal (turbidity) sehingga proses filtrasi dan purifikasi di instalasi berjalan lebih efektif dan efisien, serta meningkatkan kepuasan pelanggan dengan menjamin kontinuitas aliran air bersih hingga ke ujung jaringan pelanggan dan sekitarnya tanpa hambatan.
Langkah ini menurut Irianto, merupakan bagian dari komitmen besar Perumda Air Minum Tirta Jeneberang Gowa untuk terus membenahi infrastruktur dari hulu ke hilir.
“Semua upaya ini kami lakukan demi memberikan pelayanan air minum yang makin jernih, lancar, dan terpercaya bagi warga Kabupaten Gowa. Terlebih saat ini kita berada pada kondisi elnino yang cukup Panjang. Diperlukan upaya mengantisipasi hal-hal yang bisa menyebabkan terganggunya pelayanan,” tutupnya.
Pihak Perumda Air Minum Gowa juga memastikan proses normalisasi ini dikerjakan secara terukur dengan tetap menjaga kestabilan pendistribusian air ke pelanggan selama proses pembersihan berlangsung.(*)















