INFOKINI.ID, JAKARTA– Pemerintah bersiap memperketat penyaluran BBM bersubsidi jenis Pertalite (RON 90). Berbeda dari wacana sebelumnya yang fokus pada kapasitas mesin (cc), pembatasan mendatang akan menyasar jenis kendaraan yang mencerminkan tingkat kesejahteraan atau desil ekonomi pemiliknya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kategori kendaraan tertentu kelak tak bisa lagi “mengonsumsi” BBM subsidi. “Kita kemarin berbasis dari jenis kendaraan. Dari jenis kendaraan kan mencerminkan desil,” ujar Airlangga. Skema detail dan daftar spesifik kendaraan yang dibidik saat ini masih dimatangkan oleh pemerintah.
Meski regulasi baru masih dalam tahap penyempurnaan, kriteria pembatasan yang beredar mencakup beberapa poin penting. Wacana terdahulu sempat membatasi Pertalite untuk mobil di atas 1.400 cc dan Solar subsidi untuk kendaraan di atas 2.000 cc. Kebijakan terbaru kini bergeser pada segmentasi jenis kendaraan berbasis desil ekonomi.
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha, menyebutkan penggabungan indikator jenis kendaraan dan cc mesin berpotensi menekan konsumsi BBM subsidi sebesar 10% hingga 15%.Aturan Konsumsi Pertalite Saat IniSambil menunggu skema anyar diterbitkan, pembatasan BBM subsidi yang berlaku saat ini meliputi Kategori Kendaraan dengan batas maksimal kuota pengisian dengan ketentuan wajibnya menggunakan barcode.
Pembatasan itu juga berlaku untuk kendaraan pelayanan umum (mobil ambulance, mobil jenazah, mobil pemadam kebakaran, dan mobil pengangkut sampah) paling banyak 50 liter per hari per kendaraan. “Kalau berdasarkan CC dan jenis kendaraan itu potensi hematnya, hitungan kami itu 10-15% daripada volume,” terang Satya pada Mei lalu.(sdr)















