Panggung Ukhuwah di Istiqlal: Ulama Dunia dan Tokoh Nasional Berkumpul di Muktamar V Wahdah Islamiyah

Muktamar V Wahdah Islamiyah yang dirangkaikan dengan Tabligh Akbar Nasional.(foto:ist)

INFOKINI.ID, JAKARTA– Masjid Istiqlal Jakarta menjadi saksi bisu berkumpulnya para tokoh agama, ulama, dan penceramah ternama tanah air dalam satu panggung persatuan. Momen langka ini dikemas dalam perhelatan Tabligh Akbar Nasional sekaligus Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah pada Sabtu (22/8/2026).

Perhelatan akbar ini menghadirkan deretan penceramah papan atas nasional hingga mancanegara. Panggung utama diisi oleh Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah KH Muh. Zaitun Rasmin, Pembina Majelis Rasulullah Habib Nabiel Al-Musawa, Ustaz Das’ad Latif, Ustaz Muh. Subki Al-Bughury, Ustaz Rifky Ja’far Thalib, dan Ustaz Faris Baswedan.

PDAM

Kehadiran ulama internasional Syaikh Muhammad Yahya At-Thohir (Imam dan Juri Al-Qur’an Internasional) semakin menambah kekhidmatan acara.
Wakil Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar V Wahdah Islamiyah, Ustaz Syaibani Mujiono, menegaskan bahwa kebersamaan para dai dari lintas latar belakang ini membawa pesan penting bagi keutuhan bangsa.

Momentum ini menjadikan panggung Istiqlal sebagai titik temu keberagaman latar belakang dakwah di Indonesia sekaligus menjadikan Forum ini berfungsi memperkuat strategi dakwah Al-Qur’an dan menjaga persatuan nasional. Bukan hanya agenda internal organisasi, melainkan ajang perjumpaan pemikiran tokoh-tokoh agama.

“Hadirnya para ulama dan dai dalam satu panggung ini adalah simbol kuat semangat ukhuwah. Bagi kami, Muktamar V adalah ruang perjumpaan dan konsolidasi pemikiran para tokoh agama untuk memperkuat dakwah serta menjaga keutuhan bangsa,” jelas Ustaz Syaibani Mujiono.

Dipandu oleh figur publik Aiman Ricky, perhelatan ini tidak hanya diisi dengan ceramah agama, tetapi juga meluncurkan dua agenda penting, yaitu Pengukuhan 10.000 Guru Qur’an untuk percepatan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an dan Demonstrasi atau unjuk kemampuan hafalan oleh oleh Kamil Ramadhan, yang dijuluki ‘Manusia Google Qur’an Indonesia’.

Melalui gelaran ini, Wahdah Islamiyah mempertegas komitmennya dalam memperluas syiar Islam yang damai, berbasis Al-Qur’an, dan berorientasi pada persatuan umat di Indonesia.(sdr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *