Bela Negara Bukan Cuma Soal Perang! Wabup Gowa dan Kemhan Warning Bahaya Informasi Palsu di Era AI

Workshop Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) yang digelar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia di Kabupaten Gowa yang berlangsung di Gedung Serbaguna LL, Kamis (27/8/2026).(Foto:ist)

INFOKINI.ID, GOWA– Pemaknaan bela negara di era modern tidak lagi sebatas memegang senjata di medan perang atau menjadi tugas eksklusif prajurit TNI dan Polri. Bela negara adalah panggilan jiwa seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kerukunan, kedaulatan digital, serta mendorong kemajuan bangsa.

Pesan tegas tersebut mengemuka dalam Workshop Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) di Gedung Serbaguna LL, Kabupaten Gowa, Kamis (27/8/2026).

PDAM

Kegiatan strategis ini diikuti oleh 157 kepala desa se-Kabupaten Gowa serta jajaran pimpinan daerah, antara lain Brigjen TNI Parluhutan Marpaung (Kepala Pusat Bela Negara Badancadnas Kemhan RI), Darmawangsyah Muin (Wakil Bupati Gowa), Kolonel Arm Muh. Saifuddin Kholiruzzamani (Aster Kasdam XIV/Hasanuddin), Bustanul Arifin (Kaban Kesbangpol Provinsi Sulsel), Andry Mauritz (Kaban Kesbangpol Gowa),  Emy Pratiwi Luthfy (Kadis Kominfo SP  Gowa), Unsur Forkopimda, Pimpinan SKPD, dan Camat se-Kabupaten Gowa.

Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menyambut hangat penunjukan Kabupaten Gowa sebagai pilot project pembinaan kesadaran bela negara oleh Kemhan RI. Ia menegaskan bahwa stabilitas daerah yang kondusif di Gowa merupakan buah dari kerja sama erat antara pemerintah desa/kelurahan, TNI, Polri, dan masyarakat.

“Bela negara bukan hanya perang. Hakikatnya bagi kami adalah bagaimana melihat bangsa ini maju dan berkembang, menjaga kelestarian kehidupan berbangsa serta menjaga kerukunan antardaerah,” ujar Darmawangsyah.

Ia berharap program PKBN tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan dianggarkan dan diperluas hingga ke tingkat kecamatan dan desa di seluruh kabupaten/kota.

Sementara itu, Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional Kemhan RI, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, mengingatkan bahwa ancaman kedaulatan negara saat ini bergeser ke ruang nonmiliter, khususnya siber, ideologi, dan sosial budaya.

Di hadapan para kepala desa dan jajaran Forkopimda, Brigjen Parluhutan menyoroti derasnya arus misinformasi dan berita bohong di media sosial yang berpotensi memecah belah persatuan. Jenderal bintang satu ini juga menjabarkan sejumlah tantangan utama bela negara di era digital, yaitu

  1. Banjir Informasi Konten Digital: Pengawasan media digital yang kian sulit menuntut peningkatan literasi masyarakat sebelum membagikan informasi.
  2. Penguasaan Artificial Intelligence (AI): Penguasaan teknologi AI menjadi kunci agar bonus demografi Indonesia berubah menjadi pertumbuhan ekonomi nyata, bukan sekadar menjadi konsumen teknologi.
  3. Peran Kepala Desa sebagai Duta: Para kades dan lurah diharapkan menjadi garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai bela negara di lingkungan masing-masing.

“Bela negara adalah panggilan hati dan jiwa. Gowa ini milik kita dan sangat berharga. Kita harus hati-hati menyaring berita sebelum membagikannya. Kesadaran bernegara yang kuat adalah harga mati,” tegas Brigjen Parluhutan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *